Membaca Sebagai Keterampilan Berbahasa

Artikel, Bahasa 0
Keterampilan Berbahasa Membaca

Keterampilan Berbahasa Membaca

Membaca Sebagai Keterampilan Berbahasa – Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.

Dilihat dari segi lingustik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sendi (a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding).

Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding) adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan atau cetakan menjadi bunyi yang bermakna. (Anderson 1972 : 209-210).

Menyimak dan membaca berhubungan erat karena keduanya merupakan alat untuk menerima komunikasi. berbicara dan menulis berhubungan erat karena keduanya merupakan alat untuk mengutarakan makna, mengemukakan pendapat , mengekspresikan pesan. (Anderson 1972 : 3).

Membaca dapat pula di anggap sebagai suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat , melihat pikiran yang terkandur di dalam kata kata yang tertulis.

Tingkatan hubungan antara makna yang hendak di kemukakan oleh penulis dan penafsiran atau interpretasi pembaca turut menentukan ketepatan membaca.

Makna bacaan tidak terletak pada halaman tertulis ,tetapi berada pada pikiran pembaca .

Secara singkat dapat di katakana bahwa reading adalah bringing meaning to and getting meaning from printer or written material ,memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di bahan yang tertulis ( finochiaro and Bonomo 1973 : 119 ).

Keterampilan membaca itu mencakup tiga komponen, yaitu :

  1. Pengenalan terhadap aksara dan tanda tanda baca.
  2. Korelasi aksara beserta tanda-anda baca dengan unsur-unsur linguistik yang formal.
  3. Hubungan lebih lanjut dari A dan B dengan makna atau meaning  ( broghton (et al ) 1978 : 90 ).

Adapun usaha yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan membaca itu, antara lain:

  1. Guru dapat menolong para pelajar memperkaya kosakata mereka dengan jalan :

– Memperkenalkan sinonim kata, antonym kata, paraphrase, kata-kata yang berdasarkan sama.

– Memperkenalkan imbuhan yang mencakup awalan, sisipan, dan akhiran.

– Mengira-ngira atau mereka makna kata dari konteks atau hubungan kalimat.

    2. Guru dapat membantu para pelajar untuk memahami makna struktur-struktur kata dan kalimat.

    3. Guru dapat memberikan serta menjelaskan kawasan atau pengertian kiasan, sindiran, ungkapan, pepatah, pribahasa, dan lain-lain.

    4. Guru dapat menjamin serta memastikan pemahaman para pelajar dengan berbagai cara.

    5. Guru dapat meningkatkan kecepatan membaca para pelajar.

Secara garis besarnya , terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu:

  1. Keterampilan yang bersifat mekanis yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah.
  2. Keterampilan yang bersifat  pemahaman yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi.

Demikian artikel tentang Membaca Sebagai Keterampilan Berbahasa, semoga senantiasa bisa bermanfaat bagi siapapun.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply