Prioritaskan Amanat Presiden Jokowi, Mendikbud Kebut Pendistribusian KIP

Pendidikan 0
Prioritaskan Amanat Presiden Jokowi, Mendikbud Kebut Pendistribusian KIP

Prioritaskan Amanat Presiden Jokowi, Mendikbud Kebut Pendistribusian KIP

Prioritaskan Amanat Presiden Jokowi, Mendikbud Kebut Pendistribusian KIP – Mendikbud mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk mensukseskan 3 program utama pemerintah seperti penguatan pendidikan vokasional, percepatan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan pendidikan karakter.

Sedangkan program terdekat yang harus segera diselesaikan adalah menyangkut distribusi KIP yang belum maksimal. Tiga amanat presiden itu jadi fokus utama harus disukseskan bersama. Ada 3 amanat Presiden Jokowi kepada Kemendikbud yaitu KIP, vokasi dan pendidikan karakter, ujar Mendikbud

Pada saat ini, tengah menggenjot hal tersebut, agar amanat presiden bisa terealisasi. Untuk itu, Pemerintah memperkuat sistem pendidikan vokasional.‎ Sesuai arahan Presiden Jokowi, penguatan pendidikan vokasional, dimaksudkan agar anak didik lulus bisa terserap dunia kerja sesuai keahliannya.

Kemudian, Pendidikan karakter, untuk menyiapkan SDM dalam menghadapi kompetisi global, sedangkan untuk KIP mengenjot pendistribusiannya belum maksimal.

Menyinggung distribusi KIP, mantan Rektor Unmuh Malang ini menyatakan perlu digenjot maksimal, agar bisa diterima calon penerima secepatnya.

KIP merupakan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi program unggulan Presiden Jokowi bagi anak usia sekolah untuk memberikan manfaat pendidikan secara optimal. Sasaran penerima KIP adalah setiap anak usia sekolah (6-21 tahun) baik bersekolah maupun belum terdaftar di sekolah.

Data Kemendikbud tahun 2016, ditargetkan sebanyak 17.927.758 penerima KIP dengan kapasitas cetak 500 ribu per hari. Hasil per 20 April 2016 lalu, KIP sudah tercetak sebanyak 9.987.366 dan sebagian telah dikirimkan ke daerah.

Bersamaan dengan proses percetakan dan pengiriman KIP, Kemdikbud juga menyiapkan proses SK untuk penerima dana KIP 2016 difokuskan ke siswa tingkat akhir, agar masih bisa menerima dana KIP sebelum tahun ajaran berakhir.

Pencetakan dan pengiriman KIP telah dilakukan secara bertahap ke seluruh Indonesia mulai awal tahun 2016. Di tahun 2016, target penerima dana KIP diperluas dengan menyasar anak usia sekolah (6-21 tahun) belum bersekolah.

“Supaya menyasar target tepat, KIP 2016 menggunakan data terbaru dari Basis Data Terpadu (BDT) diterima bertahap dari TNP2K mulai 10 Februari-1 Maret 2016 lalu.

Pencetakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mulai dilakukan setelah data dari TNP2K melalui proses filter dan sinkronisasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Kemdikbud.

“Pokoknya penyelesaian KIP itu didahulukan harus segera didistribusikan, syukur-syukur sebelum akhir tahun ini bisa disalurkan semua. Saya juga minta para kepala sekolah, segera memasukkan daftar penerima KIP di Dapodik, sehingga siswa bisa menikmati fasilitas,” tandas Mendikbud.

Mendikbud ingin melihat sejumlah fasilitas yang dimiliki sekolah sebagai bentuk sekolah vokasional seperti jadi program Presiden Jokowi. Hasilnya, Mendikbud merasa puas melihat sekolah memiliki sejumlah fasilitas memadai dalam mendukung sekolah vokasional.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply