Puisi Pahlawan Tak Dikenal Toto Sudarto Bachtiar

Sastra 0
Pahlawan Tak Dikenal

Pahlawan Tak Dikenal

Puisi Pahlawan Tak Dikenal Toto Sudarto Bachtiar – Di bawah ini merupakan Analisis Puisi Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bahtiar, dengan menggunakan teori Strukturalis yaitu unsur Intrinsik puisi.

Pahlawan Tak Dikenal

Karya : Toto Sudarto Bachtiar

 

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang.

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan untuk tidur sayang.

Wajah sunyi setengah tergundah
Menangkap sepi pedang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata: “aku sangat muda”

1955

Tema
keindahan dalam berPuisi salah satunya yaitu terdapt sebuah makna yang terkandung dalam sebuah kata, Puisi ini mengangkat sebuah tema perjuangan para pahlawan agar kita semua sebagai penerus bangsa untuk selalu memperingati hari Pahlawan, musuh pada zaman sekarang bukanlah negara tetangga ataupun negara lain yang ingin menjajah melainkan diri kita sendiri ataupun bangsa kita sendiri, mulailah dengan penanaman moral pada diri kita sendiri, agar kita sebagai penerus bangsa ini memiliki moral dan kepribadian yang suci.

Penokohan
Pada puisi ini tidaklah terdapat sebuah tokoh yang menerangkan sebuah nama, hanya kata para pahlawan, pahlawan di sini merupakan wakil dari pengarang yaitu Toto Sudarto Bahtiar yang hendak menyampaikan terhadap pembaca.

Setting
 Terjadinya kejadian di dalam puisi ini yaitu medan perang, dijelaskan melalui bait pertama yaitu :

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah lubang peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Sudut Pandang
Pengarang yang memposisikan seolah-olah menjadi pahlawan yang sudah gugur d imedan perang.

Demikian artikel tentang Puisi Pahlawan Tak Dikenal Toto Sudarto Bachtiar, semoga bermanfaat dan bisa membantu semuanya.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply