Tak Boleh Ada Kesenjangan dalam Pendidikan

Artikel, Berita, Pendidikan 0
Tak Boleh Ada Kesenjangan dalam Pendidikan

Tak Boleh Ada Kesenjangan dalam Pendidikan

(Cikancah-Cyber) – Tak Boleh Ada Kesenjangan dalam Pendidikan, Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan sedikitnya ada tiga kesenjangan yang terjadi di dunia pendidikan. Makanya menurut Muhadjir, tak ada pembedaan dalam pendidikan. Muhadjir menjelaskan, tiga jenis kesenjangan dalam pendidikan tarsebut yakni;

(1) kesenjangan struktural yang disebabkan karena kebijakan; (2) kesenjangan kultural karena budaya, misalnya ada orang yang masih menganggap pendidikan kurang penting, dan (3) kesenjangan spasial karena perbedaan desa dan kota. Yang tinggal di desa harus ada usaha lebih banyak untuk dapat mengakses pendidikan,” paparnya saat membuka kegiatan Lomba Motivasi Pelajar Mandiri (Lomojari) 2016 kantor di Kemdikbud, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Mendikbud mengakui, adanya kesenjangan memang tak bisa dihindari. Makanya ia menegaskan, tak perlu ada pembedaan dalam pendidikan. Salah satu upaya pemerintah untuk menaggulangi kesenjangan spasial adalah membuka SMP satu atap. Langkah ini menjadi cara memperpendek jarak desa dan kota sehingga para siswa punya banyak pilihan untuk pendidikan formal.

Hal tersebut juga seperti disampaikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemdikbud, Hamid Muhammad Kemdikbud terus berupaya menambah jumlah SMP satu atap yang terintegrasi dengan Sekolah Dasar. Hal ini bertujuan agar siswa tidak putus sekolah setelah lulus Sekolah Dasar.

“Sekolah Menengah Pertama terbuka sudah ada sejak 1979. Tadinya ada 4.500 tetapi sekarang turun jadi 900. Kami justru menambah jumlah SMP satu atap yang saat ini sudah ada sekira 5.000 sekolah,” terangnya. Hamid juga menambahkan, SMP satu atap ini akan difokuskan di daerah 3T untuk memperluas akses pendidikan di sana. Lulusan sekolah tersebut tetap mendapat ijazah formal layaknya sekolah pada umumnya.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply