Bahasa Indonesia Bisa Jadi Poros Bahasa Autronesia

Pendidikan 0
Bahasa Indonesia Bisa Jadi Poros Bahasa Autronesia

Bahasa Indonesia Bisa Jadi Poros Bahasa Autronesia

(Cikancah-Cyber) Bahasa Indonesia Bisa Jadi Poros Bahasa Autronesia – Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Bahasa Indonesia dapat menjadi poros bahasa Austronesia. Hal ini berdasarkan jumlah bahasa yang ada di Indonesia, serta didukung oleh usia bahasa Indonesia yang masih muda.

Bahasa Indonesia peluang untuk berkembang masih sangat besar. Salah satu cara dengan menyerap bahasa-bahasa di sekitarnya untuk memperkaya kosa kata. Maka, tidak akan menutupi kemungkinan Bahasa Indonesia akan menjadi poros bahasa Austronesia.

“Saya kira ini juga berkaitan dengan Indonesia sebagai poros maritim. Jadi kalo gagasan Presiden, Indonesia sebagai poros maritim maka seiring berkembanganya waktu Indonesia juga bisa sebagai poros bahasa Austronesia itu,” kata Muhadjir.

Dengan menjadi poros bahasa Austronesia, tidak menutup kemungkinan Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa internasional, bahasa pengetahuan, bahasa diplomasi.

jika Bahasa Indonesia menjadi bahasa diplomasi tentu memperkuat Indonesia dalam membuat aturan. Dengan demikan sangat banyak manfaat Indonesia sebagai poros bahasa Autronesia.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Kusnandar mengatakan, niat Mendikbud menjadikan Bahasa Indonesia sebagai poros bahasa Austronesia patut diacungi jempol karena mengingatkan pada amanat Undang- Undang Nomor 24 tahun 2009 yang membahas tentang peningkatan fungsi Bahasa Indonesia yangmerujuk pada menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa interanasional.

Ada tiga hal pokok dalam Undang- Undang tersebut meliputi; Pertama, mengembangkan dengan melakukan perawatan dan pembinaan bahasa dan juga mengangkat martabat bahasa Indonesia. Kedua, bagaimana cara melestarian bahasa daerah dan ketiga, penguasan bahasa Asing. Dalam artian UU ini mengakomodir semua kebutuhan masyarakat Indonesia ke depannya.

Ahli bahasa dari Universitas Frankfurt- Jerman, Prof Bernd Nother mengatakan, Indonesai tidak dapat dikatakan sebagai poros bahasa Austronesia.

Pasalnya, banyak negara masuk dalam rumpun Austronesia dan Indonesia hanya salah satu negara yang memakai bahasa Autronesia. Meskipun Indonesia lebih banyak dan hampir 600-an bahasa Austronesia.

Prof Bernd menjelaskan, Indonesia paling banyak penutur bahasa Austronesia. Filipina hanya 70 bahasa sedangkan Indonesia paling banyak hampir 600-an bahasa dan Indonesia juga menjadikan bahasa Austronesia menjadi bahasa nasional. Ini hal yang terpenting bahasa Indonesia sebagai bahasa pengikat kesatuan Indonesia sesuai dengen sumpah pemuda.

Menurut Prof Bernd, bahasa Autronesia berasal dari Taiwan yang bermigrasi ke Filipina sebagaian ke arah barat yaitu Indonesia, dan sebagain ke arah timur sampai lautan teluk. Maka adanya seminar sebagai wadah para ahli mengkaji asal usul bahasa Austronesia. Pasalnya, ada yang berpendapat bahasa Austronesia digunakan oleh suku Melanesia dan ada beda pendapat. Maka, akan ada pembahasan mendalam.

Lebih lanjut Prof Bernd menjelaskan, tentang perbedaan bahasa Austronesia dan bukan. Menurutnya, di dunia ada 125 keluarga bahasa, dan 6.000 bahasa secara keseluruhan. Sedangkan bahasa Austronesia terdiri dari 1200 bahasa. Hal ini menandakan penutur bahasa Austronesia ada seperempat dari total keseluruhan. Dalam artian semua keluarga bahasa tersebut sangat banyak. Sumber:beritasatu.com.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply