Kemdikbud dan Pemerintah DKI Sepakati Peningkatan Kompetensi Guru

Pendidikan 0
Kemdikbud dan Pemerintah DKI Sepakati Peningkatan Kompetensi Guru

Kemdikbud dan Pemerintah DKI Sepakati Peningkatan Kompetensi Guru

Kemdikbud dan Pemerintah DKI Sepakati Peningkatan Kompetensi Guru – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan penandatanganan nota kesepahaman peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, penandatangan nota kesepahaman tersebut merupakan langkah konkrit dari program guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah pembelajar.

Guru sebagai pendidik, lanjut Sumarna, memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik sehingga menjadi penentu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah,

Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik.

Dalam mewujudkan amanat undang-undang sebagaimana dimaksud, Kemdikbud menyelenggarakan peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah melalui program guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Program itu berlaku bagi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah, baik bagi yang sudah memiliki sertifikat pendidik maupun yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Pelaksanaan kegiatan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah pembelajar didasarkan pada peta kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang diperoleh dari pelaksanaan uji kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di seluruh Indonesia.

Dari peta kompetensi terebut dapat diketahui kondisi objektif guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensi.

Program guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah pembelajar adalah upaya peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang melibatkan, pemerintah, pemerintah daerah, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan, serta orang tua siswa.

Program tersebut melalui tiga moda yakni moda tatap muka, moda dalam jejaring (daring) penuh, dan moda daring kombinasi antara tatap muka dengan daring.

Pengembangan materi, infrastruktur pendukung program, pelaksanaan pelatihan dilakukan oleh pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan. Sumber:antaranews.com.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply