Mengenal Klasifikasi Drama Berdasarkan Aliran

Sastra 0
Klasifikasi Drama Berdasarkan Aliran

Klasifikasi Drama Berdasarkan Aliran

(Cikancah-Cyber) – Drama sebagai bagian dari teater, memiliki aliran yang sudah lama berkembang. Aliran dalam drama ini memang tidak sepenuhnya mengikuti aturan atau kaku terhadap batas, mengingat drama adalah seni yang bersifat dinamis.

Walaupun demikian kita dapat melihat beberapa pola yang ditunjukan berdasarkan aliran drama tersebut. Drama juga memiliki beberapa aliran yang dapat kita pilah. Berikut adalah sedikit ulasan mengenai klasifikasi drama berdasarkan aliran yang dianut.

Aliran Klasik

Aliran klasik dapat kita sebut sebagai aliran pertama yang berkembang ketika naskah drama mulai dituliskan. Ada sejarah yang begitu panjang saat drama yang dulunya mengandalkan improvisasi sampai kemudian ditulis berdasarkan aturan. Dalam aliran ini pun kita dapat mengenal beberapa tokoh seperti Pierre Corneills, Jean Raccine, dan Joost van de Vondel yang memiliki andil dalam perkembangan aliran ini. Ciri-ciri aliran ini pun dapat kita lihat dari.

a.       Tunduk terhadap hukum trilogi Aristoteles (tempat,waktu, dan gerak)
b.      Acting yang bergaya deklamasi
c.       Drama lirik yang banyak ditulis
d.      Irama permainan yang lamban
e.       Banyak diselingi monolog dan statis
f.       Bergaya Yunani dan Romawi

Aliran Romantik

Seiring berkembangnya waktu maka muncul lagi aliran yang berbeda dengan aliran klasik yaitu aliran Romantik. Aliran ini mulai muncul pada abad ke 18 dan berkembang pesat pada abad ke 19. Nama nama yang muncul saat aliran ini berkembang adalah Victor Hugp, Alfred de Mussed, dan Cristian Dietriech. Penganut aliran ini tidak lagi mematuhi trilogi Aristoteles dan gaya berceritanya pun dapat kita lihat memiliki ciri sebagai berikut.
a.       Bersifat fantastis
b.      Aspek visual yang sangat ditonjolkan seperti kostum dan sebaginya
c.       Acting yang bersifat bombastis
d.      Biasanya bertema pembunuhan dengan lakon yang sentimental
e.       Bersifat bebas

Aliran Realisme

Saat masyarakat mulai jenuh dengan aliran romantik yang sentimantal dan berlebihan maka aliran realisme pun muncul dan membawa ciri khas tersendiri.  Aliran yang satu ini tidak membawakan drama yang sentimental dan penuh perasaan namun drama ini membawa relitas ke atas panggung dan mengolahnya dengan mengedapankan aspek realitas itu sendiri.

Ada dua jenis aliran realisme yang berkembang saat itu yaitu aliran realisme sosial dan aliran realisme psikologis. Realisme sosial kerap membicarakan tentang kepincangan sosial walaupun demikian aliran ini berbeda dengan aliran Naturalism karena aliran ini bersifar optimis. Ciri yang ditampilkan oleh aliran ini pun sangat wajar artinya semua unsur ditampilkan dengan keadaan sewajarnya dan tidak berlebihan.

Sedangkan aliran realisme psikologis lebih menakankan pada aspek psikologis walau dibungkus dengan wajar namun penekanan dalam unsur psikologis sangat terasa pada aliran ini.

Aliran Ekspresionalisme

Lebih jauh lagi kita juga mengenal yang namanya aliran ekspresionalisme yaitu suatu aliran yang sangat menekannkan curahan hati si pengarang. Aliran ini berkembang sesudah perang dunia pertama yaitu pada tahun 1914. Aliran yang sangat terpengaruh  Psikoanalisis Freud ini memiliki beberapa nama besar seperti Marx Reinhard, Toiroft, dan Thorton Wilder.

Aliran Ekstensialisme

Dalam aliran ini semuanya dapat berdiri sendiri, artinya aliran in sangat mengedapankan sifat kemandirinya dari seorang individu. Aliran ini menggambarkan seorang gelandangan tidak hanya menjadi gelandangan namun juga memiliki kehidupan. Di Indonesia sendiri kita mengenal Iwan Simatupan, Aridin C Noer beberapa orang lainya yang menganut paham ini dalam menyelenggarakan seni.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply