Menyihir Pembaca Dengan Plot Menarik

Sastra 0
Menyihir Pembaca Dengan Plot Menarik

Menyihir Pembaca Dengan Plot Menarik

(Cikancah-Cyber) – Plot dalam sebuah karya satra baik itu cerpen, novel, drama, dan puisi haruslah mampu menyihir pembaca untuk bisa memasuki dunia yang dicoba hadirkan oleh penulis melalui karya yang utuh. Membawa pembaca ke dalam gerbang cerita bukanlah hal yang mudah, penulis harus dapat menyita perhatian pembaca untuk terus mempunyai keinginan melanjutkan membaca tulisan tersebut sampai tuntas.

Jika sudah bisa menyita perhatian pembaca makan buku atau tulisan sepanjang dan setebal apapun akan habis dibaca oleh pembaca dan pasti akan meninggalkan kesan tertentu. Mencoba untuk menyihir pembaca melalui kata dapat kita terapkan dalam sebuah plot. Ini memang bukanlah hal yang mutlak namun dapat dicoba dan bisa menjadi bahan referensi dalam menulis.

Banyak orang yang beranggapan bahwa plot adalah urutan kejadian atau alur sebuah cerita, nah pemahaman yang satu ini sepertinya keliru karena sebuah rutinitas atau kebiasaan dalam sebuah urutan cerita tidak selamanya adalah plot.

Banyak para guru yang mengajarkan bahwa plot adalah urutan kejadian dalam sebuah cerita padahal hakikat yang sebenarnya tidaklah hanya sebatas urutan cerita namun urutan kejadian atau peristiwa dalam sebuah cerita yang mempunyai hukum sebab akibat (kausalitas) itulah pengertian plot yang sebenarnya. Jika plot hanya sekedar diartikan sebagai urutan kejadian rutin dalam sebuah cerita tentu hal itu keliru.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun plot sebuah cerita agar cerita tersebut mempunyai nilai dan berkualitas.

Plausibilitas

Plausibilitas mempunyai arti dapat dipercaya. Banyak sekali orang yang terjebak dalam artian ini padahal plausibilitas memiliki makna yang sangat luas. Dapat dipercaya dalam artian plausibilitas adalah dapat dipercaya dalam konteks isi cerita tersebut bukan membawanya dalam relitas kehidupan normal.

Misalnya ada plot yang menceritakan seseorang bisa kembali ke masa lalu, tentu hal ini menjadi sesuatu yang tidak mungkin dalam kehidupan nyata namun bisa menjadi mungkin dalam sebuah karya fiksi dan hal ini tentu memiliki sebab yang bisa diterima seperti kita bisa pergi ke masa lalu dengan mesin waktu.

Suspense

Plot yang baik adalah plot yang mampu membangkitkan tingkat kepenasaranan pembaca atau biasa disebut suspense. Saat anda membaca novel detective tentu rasa penasaran akan memaksa anda untuk menghabisakan isi cerita terebut agar rasa penasaran anada terpebuhi. Cerita yang memiliki tingkat suspense yang tinggi akan mengundang banyak pembaca.

Suprise

Tak cukup dengan hanya memberikan rasa penasaran bagi pembaca namun sebuah plot yang baik juga harus mampu menghadirkan rasa keterkejutan dalam sebuah cerita. Tentu tidak menarik jika sebuah cerita sudah kita ketahui dan dapat diprediksi bagaimana akhirnya. Sebuah cerita yang baik seharusnya tidak mudah ditebak baik itu jalan ceritanya ataupu hasilnya.

Kesatupaduan

Sebuah cerita dalam satu bingkai haruslah memiliki satu kesatupaduan atau benang merah yang bisa ditarik. Sebuah cerita fiksi akan menarik jika konflik sederhana di awal cerita memiliki kaitannya dengan konflik besar atau klimaks.

Untuk menghasilakan cerita yang baik maka kaidah pemplotan haruslah sedikit diperhatikan bagi seorang penulis. Untuk menghasilkan tulisan yang baik, isi cerita bukanlah hal satu-satunya yang diperhatikan namun pemplotan juga harus diperhatikan dalam meramu sebuah karya.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply