Ngebet Gabung Indonesia, Mantan Kapten Maroko U-23 Berkirim Surat ke PSSI

Olahraga 0
Ngebet Gabung Indonesia, Mantan Kapten Maroko U-23 Berkirim Surat ke PSSI

Ngebet Gabung Indonesia, Mantan Kapten Maroko U-23 Berkirim Surat ke PSSI

(Cikancah-Cyber) – Dunia sepak bola Indonesia ternyata masih punya daya tarik dan magnet kuat bagi pemain luar negeri untuk berganti kewarganegaraan. Teranyar, mantan kapten Maroko U-23 Driss Fettouhi.

Seperti dilansir jawapos.com, Driss Fettouhi sepertinya sudah lama memendam harapan bisa berkostum timnas Indonesia. Keinginan kuat tersebut muncul setelah dia mengantongi status warga negara Indonesia pada 2014. Pemain berusia 26 tahun itu pun lantas mengungkapkan perasaannya tersebut lewat sebuah surat yang ditujukan kepada stakeholder sepak bola tanah air.

 Fettouhi adalah pemain yang lahir di Kota Casablanca, Maroko, pada 30 September, 26 tahun lalu. Sejak 2011, dia berstatus kapten timnas Maroko U-23. Dia juga menjadi bagian dari tim Maroko yang tampil dalam Islamic Solidarity Games di Palembang pada 2013 lalu.

’’Saya merasa sangat terhormat dengan bisa menjadi bagian dari kewarganegaraan Indonesia dalam dua tahun terakhir,’’ tulisnya dalam kalimat pertama. Fettouhi lantas menjelaskan karir sepak bolanya yang saat ini dia rintis di kompetisi Uni Emirat Arab (UEA) dalam tiga musim terakhir.

Di kompetisi profesional, karir sepak bolanya diawali dari kompetisi kasta tertinggi di negara kaya minyak tersebut saat masih berusia 23 tahun dengan berkostum Ajman Club selama tiga musim. Di musim baru nanti, pemain yang pernah membela Maroko di Olimpiade London 2012 itu sudah membubuhkan tanda tangannya bersama tim asal Qatar, Al Kharaitiyat.

Penampilannya yang ciamik bersama Ajman Club di musim sebelumnya membuat The Thunder julukan Al Kharaitiyat harus mengeluarkan dana cukup besar, Rp 10 miliar, sebelum mendapatkan tanda tangan Fettouhi. Saat di Ajman, Fettouhi sudah menjalani 39 laga dengan mencetak 5 gol. Sebagian besar kesempatan bertanding itu dia dapatkan di musim terakhir.

Dengan riwayat penampilan tersebut, Fettouhi sebenarnya memiliki peluang besar untuk bisa berkostum timnas Maroko senior. Namun, kesempatan itu sengaja dia kubur dalam-dalam lantaran sakit hati atau kecewa kepada negara awalnya. Sebagai ganti, Fettouhi ingin mencoba tantangan baru bersama negara barunya, Indonesia.

Gayung bersambut. Saat ini timnas Indonesia di bawah asuhan Alfred Riedl melakukan persiapan untuk tampil di Piala AFF 2016 di Myanmar dan Filipina pada 19 November–17 Desember mendatang. ’’Dengan hanya diberi kesempatan untuk seleksi saja, saya sudah sangat bangga. Apalagi sampai diberi kesempatan untuk bergabung dengan timnas,’’ lanjutnya.

Anak Najat Fille Mustapha Fettohui tersebut mengakui alasan terkuat berkostum timnas Indonesia adalah adanya darah Indonesia dari garis ayahnya. Menurut Fettouhi, buyutnya adalah seorang pedagang yang menetap lama di Indonesia. Tepatnya di wilayah Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Selain itu, Fettouhi suka dengan atmosfer sepak bola tanah air yang tribun penontonnya selalu penuh setiap timnas bermain. Fettouhi mengungkapkan, suporter Indonesia yang selalu masif itu sudah lama dia dengar sejak masih berkompetisi di Uni Emirat Arab. Banyak pemain sering memperbincangkan mereka.

’’Apalagi, saat banyak yang tahu saya berasal dari Indonesia, banyak yang sering bertanya tentang perkembangan sepak bola Indonesia,’’ paparnya. ’’Saya bersedia melepaskan kewarganegaraan Maroko saya. Dengan harapan, pemerintah Indonesia dan tim pelatih bisa menerima saya menjadi bagian timnas yang telah lama menjadi mimpi saya,’’ lanjutnya.

Pemain yang pernah empat musim berkompetisi di kasta kedua Liga Prancis bersama FC Istres itu juga memastikan bahwa paspor dan kewarganegaraan Indonesia yang dia dapatkan sudah sesuai prosedur. Berbeda dengan Wanderley Santos pemain asal Brasil yang sempat menggemparkan publik sepak bola Indonesia karena menggunakan kewarganegaraan Indonesia.

Di sisi lain, asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal mengaku sudah mendengar terkait sepak terjang Fettouhi. Namun, sebelum memastikan dia bagian dari tim nasional, Fettouhi harus membuktikan bahwa kewarganegaraan Indonesia-nya tidak bermasalah. ’’Yang jelas, kami harus cek paspornya asli atau tidak,’’ ucap Pikal.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply