PERJALANAN ANIES BASWEDAN MENUJU KURSI NOMOR SATU DKI JAKARTA

Berita, Nasional, Politik 0
PERJALANAN ANIES BASWEDAN MENUJU KURSI NOMOR SATU DKI JAKARTA

Anies Baswedan (Kanan) Bersama Sandiaga Uno/kpujakarta.go.id

(Cikancah-Cyber) – Anies Baswedan yang terlahir di Kuningan Jawa Barat pada tanggal 7 Mei 1969 kini menjadi sorotan publik setelah resmi dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama Sandiaga Uno oleh partai Gerindra dan PKS. Anies Baswedan yang menghabiskan masa kecil sampai kuliahnya di kota Yogyakarta merupakan tokoh yang sangat berpengaruh terutama di jalur pendidikan.

Anies merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM)  berhasil mendapatkan beasiswa bergengsi Fullbright untuk bisa melanjutkan program S2 di University of Maryland, Amerika Serikat. Berkat prestasinya dibangku kuliah akhirnya Anies mendapatkan gelar PhD dari Northern Illinois University, AS di bidang ilmu politik pada tahun 2005.

Dua tahun kemudian setelah Anies Baswedan berhasil menyelesaikan studi doktoralnya, ia pun dilantik sebagai rektor Universitas Paramadina dan menjadi rektor termuda dengan usia 38 tahun. Anies berhasil menggulirkan program Indonesia mengajar, dimana ia merekrut, melatih dan mengirimkan para pemuda terbaik bangsa ini ke berbagai pelosok daerah untuk memberikan program belajar bagi masyarakat terpencil atau yang berada diperbatasan negeri. Pada tahun 2009 itu nama Anies mulai dikenal dan menjadi salah satu tokoh yang diperhitungkan di negeri ini dan mulai dilirik oleh beberapa partai politik.

Atas kiprahnya itu Anies sempat menjajaki dunia politik tanah air dengan mengikuti konvensi Partai Demokrat yaitu tepatnya pada tahun 2013 untuk penjaringan Pilpres 2014. Namun langkah Anies tidak mulus karena Partai Demokrat yang hanya memiliki 10 persen di pemilu legislatif, tidak bisa mengusung calon sendiri, dan akhirnya Demokrat memilih untuk netral dengan tak mendukung pasangan mana pun di Pilpres 2014.

Kiprah dan talenta seorang Anies Baswedan tetap saja menjadi daya tarik bagi partai lain. Dan setelah itu Anies tetap melanjutkan aksi-aksi sosianya sehingga mampu menarik pasangan Jokowi-JK untuk menjadikan Anies sebagai juru bicara pada Pilpres 2014. Anies memang dikenal sebagai orang yang jago orasi sehingga sangat pantas bila pasangan Jokowi-JK menetapkannya sebagai jubir.

Karir politik Anies terus menanjak seiring ditetapkannya pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang pemilu presiden pada 2014 yang mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta. Nama Anies Baswedan akhirnya muncul dalam Kabinet Jokowi-JK sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Anies yang terkenal dengan berbagai terobosan dan ide-ide kreatifnya dalam dunia pendidikan rupanya tidak mampu menghindarkan dirinya dari gelombang reshuffle kabinet (27 Juli 2016) dan akhirnya karir Anies sebagai menteri terhenti sebelum masa tugasnya berkakhir dan digantikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Muhadjir Effendy.

Nama Anies Baswedan mencuat kembali saat menjelang pendaftaran balon Gubernur DKI Jakarta. Anies mampu menyedot beberapa partai besar untuk mendekat meminangnya dalam pencalonan kursi nomor satu di DKI Jakarta. Hampir semua partai pernah mendekatinya kecuali PDIP yang sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangan Ahok-Djarot. Akhirnya Nama Anies Baswedan muncul sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dan dipasangkan dengan Sandiaga Uno yang diusung oleh dua partai besar Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Partai Geridra dan PKS sangat yakin dengan kemampuan Anies meskipun bukan dari kader kedua partai pengusung tersebut, nama Anies Baswedan rupanya bisa menjamin dan meyakinkan publik akan kualitasnya dalam perebutan kursi nomor satu DKI Jakarta pada pilkada tahun  2017.

Kini Anies Baswedan dan Sandiaga Uno siap bertarung memperebutkan kursi nomor satu DKI Jakarta dan bersaing dengan dua pasangan lainnya yakni Ahok-Djarot dan Agus-Sylviana.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply