Teki-teki Terpecahkan, Bulan Purnama Memang Bisa Memicu Gempa

Teknologi 0
Bulan Purnama Memang Bisa Memicu Gempa

Bulan Purnama Memang Bisa Memicu Gempa

(Cikancah-Cyber) Teki-teki Terpecahkan, Purnama Memang Bisa Memicu Gempa – Benarkah fase bulan berkaitan dengan kejadian gempa? Pertanyaan itu menjadi teka-teki bagi para ilmuwan dan awam selama puluhan tahun. Kini, studi terbaru mengonfirmasinya.

Pakar seismologi dari University of Tokyo Satoshi Ide, lewat publikasinya mengungkap bahwa fase bulan memang jadi salah satu faktor yang turut memicu gempa.

Gempa besar seperti yang terjadi di Chile tahun 2010 dan Jepang pada 2011 cenderung terjadi saat purnama atau bulan mati, saat tekanan pasang mencapai titik tertinggi.

Untuk mengungkap hal itu, Pakar seismologo Satoshi Ide menginvestigasi tiga rekaman gempa yang terjadi di Jepang, California, dan berbagai belahan dunia lainnya.

Satoshi Ide, menganalisis tekanan pasang 15 hari menjelang dan sesudah gempa besar. Hasilnya, gempa di Chile dan Tohoku, Jepang, terjadi saat tekanan pasang mencapai titik tertinggi.

Satoshi Ide menganalisis lebih dari 10.000 gempa, Dia menemukan bahwa gempa yang terjadi saat tekanan pasang maksimum punya peluang lebih besar mencapai magnitudo M 8.

Pakar seismologi Honn Kao, di Geological Survey of Canada mengatakan,¬†“Riset ini adalah cara inovatif untuk menjawab isu yang telah menjadi perdebatan sekian lama.”

“Temuan ini memberikan petunjuk tentang hubungan antara tekanan pasang dan terjadinya gempa besar,” imbuhnya.

Riset ini tak menyimpulkan bahwa setiap bulan purnama atau mati akan terjadi gempa. Demikian juga, tak setiap gempa besar terjadi pada saat purnama atau bulan mati.

Kesimpulan riset adalah bahwa tekanan pasang yang terjadi saat bulan purnama atau mati berpotensi memicu transfer tekanan lempeng sehingga memicu gempa besar.

John Vidale, seismolog University of Washington yang selama ini kerap meluruskan klaim kaitan gempa dan purnama mengatakan, hasil riset ini bisa dipertanggungjawabkan. “Tim melakukan riset dengan sangat teliti,” katanya.

Walaupun menjawab teka-teki puluhan tahun, Ide mengungkapkan bahwa riset ini tak akan memberi pengaruh pada strategi mitigasi gempa bumi. Masyarakat harus waspada bencana kapan saja.

Meski dipengaruhi oleh pasang, peluang terjadinya gempa di hari tertentu di kawasan yang rawan gempa rendah dan sulit diprediksi. “Terlalu kecil untuk menjadi basis merencanakan aksi,” katanya. Sumber:kompas.com.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply