Tema dan Pesan Syair Bidasari

Sastra 0
Tema dan Pesan Syair Bidasari

Tema dan Pesan Syair Bidasari

(Cikancah-Cyber) – Seperti karya sastra yang lain, syair juga padat dengan pesan-pesan terselubung untuk para penikmatnya. Setiap kata yang ditulis oleh para penyair mengandung makna tersirat maupun tersurat tentang hal yang bermanfaat bagi kehidupan.

Syair Bidasari

Dengarkan tuan suatu riwayat
Raja di desa Negeri Kembayat
Dikarang fakir dijadikan hikayat
Sehingga menjadi tamsil ibarat

Ada raja suatu negeri,
Sultan Halifah sebaliknya bestari,
Awalnya beliau raja yang bahari,
Melimpah ngadil dagang senteri.

Heran orang empunya acara,
Baginda itulah raja perkasa,
Sangat tidak merasakan susah,
Entah pada esok dan lusa.

Seri sultan raja bestari,
Setelah ia sudah beristri,
Beberapa bulan beberapa hari,
Hamillah putri permaisuri.

Beberapa lamanya dalam pemerintah,
Baginda duduk bersuka-sukaan,
Datanglah beroleh kedukaan,
Beliau meninggalkan tahta kerajaan.

Datanglah ke suatu waktu,
Melayanglah unggas dari angkasa,
Unggas Gurda sangat perkasa,
Menjadi negeri rusak binasa.

Datanglah menyambar suaranya bahana,
Gemparlah sekalian mulia dan hina,
Seisi negeri gundah-gelana,
Membawa diri ke mana-mana.

Baginda pun sedang dihadap orang,
Mendengarkan gempar seperti perang,
Bertitah baginda raja yang garang,
“Gempar ini apakah kurang.”

Syair Bidasari adalah syair yang berkisah tentang Bidasari, seorang puteri raja yang sangat cantik. Dia tidak tahu asal-usulnya, dan kemudian diangkat anak oleh sepasang pedagang kaya. Ratu negeri yang cemburu akan kecantikannya kemudian bersekongkol untuk kemudian membuang Bidasari ke hutan. Di sana dia ditemukan oleh raja yang kemudian menikahinya.

Bait 1

 Pengenalan kisah seorang raja yang memerintah Negeri Kembayat. Pengarangnya hanya ingin dikenal sebagai fakir sebagai tanda kerendahan hati. Tujuan hikayat sehingga menjadi contoh dan perbandingan kepada pembaca.

Bait 2

Di sebuah negeri ada seorang pemerintah, yaitu sultan yang gagah perkasa lagi bijaksana. Baginda raja dahulu yang cemerlang. Keadilan beliau telah mengundang kedatangan para pedagang dan orang saleh (pelajar ilmu agama yang merantau).

Bait 3

Kegagahan dan kelangsungan pemerintahan beliau memang mengagumkan. Sesaat pun beliau tidak mengalami kesusahan. Namun, tidak ada yang tahu apakah kondisi itu akan abadi atau sebaliknya.

Bait 4

Sultan yang bijaksana bertambah bahagia ketika menikah. Selang beberapa bulan, permaisuri pun hamil.

Bait 5

Setelah beberapa tahun memerintah negara dengan bahagia dan aman sentosa, dugaan mala petaka datang melanda. Beliau terpaksa mundur dari istana.

Bait 6

Tiba-tiba pada suatu hari muncul seekor burung raksasa melayang di ruang angkasa negeri Kembayat. Garuda, yaitu elang besar mengacaukan Kembayat sehingga menimbulkan kekacauan dan kehancuran.

Bait 7

Garuda melakukan serangan dengan suara yang bergema luar biasa. Semua rakyat negeri Kembayat berada dalam kekacauan dan kekalutan. Seluruh negeri dilanda duka lara dan lesu, serta rakyat berhamburan tanpa arah tujuan.

Bait 8

Ketika itu beliau sedang duduk di singgasana sambil menerima pembesar dan rakyat jelata. Kekacauan bagaikan di medan perang jelas terdengar. Baginda bertitah dengan nada yang tegas tentang kekacauan apa pula yang terjadi

Tema     : Syair Bidasari adalah kasih sayang.

Amanat : Syair Bidasari adalah bersikaplah murah hati kepada siapa saja, saling mengasihi dan menyayangi, serta mudah memaafkan.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply