Untuk Cegah Pemalsuan Obat Akan Diberi Barcode

Berita, Nasional 0
Penggunaan Sistem Barcode Pada Obat-obatan

Penggunaan Sistem Barcode Pada Obat-obatan

(Cikancah-Cyber) Untuk Cegah Pemalsuan Obat Akan Diberi Barcode – Pemerintah berencana menggunakan sistem barcode untuk obat-obatan yang beredar di masyarakat, sebagaimana dikatakan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Penggunaan sistem itu bertujuan untuk mencegah pemalsuan obat dan penggunaan obat kedaluwarsa.

Puan maharani mengatakan,”ke depan, kami akan menggunakan sistem barcode di obat-obatan. Sehingga masyarakat bisa mengecek, ini obat palsu atau tidak, ini obat expired atau tidak.

Rencana tersebut masih akan dikoordinasikan dengan lembaga terkait seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Kementerian Kesehatan. Kemenko PMK akan menggelar rapat koordinasi berkaitan dengan obat palsu, Kamis (15/9) ini.

Puan juga mendukung rencana penguatan fungsi BPOM yang diwacanakan DPR. Ia menilai penguatan fungsi itu perlu segera ditindaklanjuti agar BPOM dapat melakukan pengawasan lebih menyeluruh.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku telah menginstruksikan kepada Kepala BPOM Penny Lukito agar fokus sosialisasi dan edukasi masyarakat terhadap jenis obat yang beredar.

“Sumber daya manusia yang ada di BPOM itu juga harus diperkuat. Sehingga tugas dari BPOM sebagai penjaga yang ada di masyarakat bisa dilakukan,” ujar Puan.

BPOM telah menetapkan satu tersangka terkait gudang produksi dan distribusi obat ilegal di Balaraja, Banten, Jawa Barat dalam kasus obat palsu. Di gudang tersebut ditemukan alat-alat produksi obat ilegal seperti mixer dan mesin cetak tablet.

Dan juga, ditemukan juga bahan baku obat, bahan kemasan, dan produk jadi obat-instan siap edar dengan nilai Rp30 miliar. Obat yang ditemukan di antaranya adalah Tryhexyphanydyl, Heximer dan obat analgetik (pereda sakit) Tramadol. Selain itu, ditemukan juga Carnophen dan Somadryl untuk nyeri otot.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukamto mengatakan, tersangka bernisial R dan tengah disidik oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM. Sumber:cnnindonesia.com.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply