Aturan Baru Guru Minimal Delapan Jam di Sekolah

Pendidikan 0
Guru Minimal Delapan Jam di Sekolah

Guru Minimal Delapan Jam di Sekolah

(Cikancah-Cyber) – Saat ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sedang menyusun sebuah aturan baru untuk para guru. Bagi guru yang berstatus PNS atau bersertifikasi diwajibkan berada di sekolah selama delapan jam seperti PNS pada umumnya di luar jalur pendidikan.

Kini prosesnya sudah legal draftingnya. Hal tersebut intinya akan menjadi bagian dari reformasi organisasi pembelajaran di SD maupun SMP, termasuk SMK.

Sebagaimana dilansir dari tribunnews.com, aturan itu akan berlaku untuk seluruh guru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Apalagi, dalam waktu dekat full day school atau yang disebut sebagai program penguatan pendidikan karakter (PPPK) akan diterapkan.

Semua guru yang sudah PNS dan sudah mendapat tunjangan profesi, maupun guru swasta yang bersertifikat, otomatis telah menjadi guru profesional dan harus mempertanggungjawabkan profesionalitasnya, delapan jam minimum dia harus berada di sekolah.

Untuk guru yang tidak melaksanakan aturan itu akan dikenakan sanksi. Mulai dari sanksi administrasi hingga sanksi penundaan dana pencairan sertifikasi.

Untuk menerapkan aturan tersebut, Mendikbud sudah meminta jajarannya untuk membuat absensi nasional bagi guru. Mendikbud minta Dirjen untuk membuat absensi secara nasional.

Selain itu, Mendikbud juga tengah berupaya untuk memperbaiki sistem pengelolaan di sekolah. Kepala sekolah akan dibebas tugaskan dari jam pelajaran dan hanya fokus mengelola manajemen yang ada di sekolah itu.

Sebagaimana diketahui fungsi kepala sekolah bukan guru lagi. Sudah jadi manager. Selama ini, kepala sekolah masih memiliki tanggung jawab untuk mengajar di dalam kelas.

hal tersebut membuat kepala sekolah tidak akan fokus mengelola manajemen yang ada di sekolah itu.

Menurut Mendikbud saat itu kepala sekolah merupakan guru yang kebetulan disuruh menjadi kepala sekolah saja.

kajian lain dari Mendikbud adalah tentang pengurangan mata pelajaran untuk SD dan SMP. Jika diketahui terlalu banyak beban mata pelajaran untuk siswa, sejumlah mata pelajaran akan dihapus. Yang nantinya akan banyak waktu dibanding terlalu banyak beban mata pelajaran.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply