Analisis Puisi Perempuan-Perempuan Perkasa Karya Hartoyo Andangjaya

Sastra 0
Puisi "Perempuan-Perempuan Perkasa"

Puisi “Perempuan-Perempuan Perkasa” Karya Hartoyo Andangdjaja

Cikancah-Cyber – Analisis puisi Perempuan-Perempuan Perkasa Karya Hartoyo Andangjaya.

PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA
Hartoyo Andangjaya
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka
ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga
sebelum hari bermula dalam pesta kerja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, kemanakah mereka
di atas roda-roda baja mereka berkendara
mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota
merebut hidup di pasar-pasar kota

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
mereka : cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

Analisis puisinya adalah sebagai berikut :

Parafrase Puisi

Paraprasenya adalah sebagai berikut : Perempuan-perempuan itu dating dari perbukitan sebuah desa. Setiap subuh mereka sudah datang dari kota kecil menunggu kereta paling pagi, untuk menjual menjual dagangannya ke pasar kota.

Perjuangan mereka sangatlah berat. Mereka sangat rajin dan ulet dalam bekerja. Mereka merupakan perempuan jelata atau rakyat biasa yang menjadi penopang kehidupan masyarakat desa.

Isi Puisi

Isi puisinya adalah perjuangan ibu-ibu yang rela bekerja mulai dari pagi sekali (pagi buta) menuju pasar kota dengan naik kereta api. Mereka dengan gigih berjuang untuk menghidupi keluarga mereka yang hidup di desa.

Majas

Personifikasi

Sebelum peluit kereta api terjaga.

Mereka berlomba dengan surya.

Akar-akar yang melata.

Metafora

Roda-roda baja.

Hiperbola

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta.

Mereka ialah ibu-ibu berhati baja.

Merebut hidup di pasar-pasar kota.

Mereka berlomba dengan surya menuju ke gerbang kota

Citraan

Penglihatan

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta.

Ke stasiun kereta mereka datang dari buli-bukit desa.

Di atas roda-roda baja mereka berkendara.

Pendengaran

Sebelum pluit kereta api terjaga.

Rasa atau Suasana

Perasaan dalam puisi tersebut adalah sedih (keharuan) dan rasa kagum.

Tema

Temanya puisi di atas adalah kemanusia.

Nilai yang Terkandung

Puisi Perempuan-Perempuan Perkasa Karya Hartoyo Andangjaya mengandung nilai-nilai berupa suatu Kisah Perjuangan.

Ibu-ibu yang bekerja mulai dini hari.

Terus bekerja walau penat dan letih menghampiri.

Berani berlomba dengan waktu.

Hubungan dengan Nilai-Nilai Masa Kini

Hubungan nilai-nilai yang terkandung dalam Puisi Perempuan-Perempuan Perkasa Karya Hartoyo Andangjaya dengan nilai-nila sekarang adalah menggambarkan :

1.Ibu-ibu terutama yang hidup kurang mampu di desa berjuang dengan gigihnya untuk menghidupi keluarganya.

2.Banyak ibu-ibu yang hidup di pinggiran desa yang bekerja mulai dari dini hari hanya demi mendapatkan sesuap nasi.

3.Ibu-ibu yang rela bekerja mengejar waktu, biasanya di pedesaan, mereka berangkat pagi-pagi sekali untuk bekerja.

4.Banyak ibu-ibu dari keluarga yang kurang mampu bekerja dengan berjalan kaki demi sampai di tempat tujuan dan bekerja.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply