Analogi Gelas dalam Menuntut Ilmu

Pendidikan 0
Analogi Gelas

Analogi Gelas

Cikancah-Cyber – Ada satu peribahasa yang berbunyi tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Artinya bahwa mencari ilmu itu bisa dimana, kapan, dan dalam kesempatan apapun. Karena menuntut ilmu adalah merupakan kewajiban bagi siapapun juga. Terlebih lagi bagi seorang pelajar.

Memang nyatanya dalam kegiatan menuntut ilmu, sering dihadapkan pada berbagai keadaan yang menjadi penunjang atau malah menghambat dalam mencari ilmu tersebut.

Dalam menuntut ilmu ada yang menganalogikannya seperti sebuah gelas. Mengapa demikian? Karena kita tahu bahwa gelas itu dapat diibaratkan dengan kondisi kita, dimana ruang yang ada dalam gelas dapat menggambarkan kemampuan memori yang dimiliki untuk menyimpan ilmu yang didapat. Dan air dapat digambarkan sebagai ilmu pengetahuan yang diperoleh.

Berikut merupakan tipe-tipe analogi gelas dalam menuntut ilmu tersebut :

Tipe Gelas Kosong

Dalam tipe ini diibaratkan siapapun siap menerima ilmu secara penuh saat kegiatan pembelajaran secara terbuka dan sukarela. Entah sudah mengerti atau belum dalam bidang tersebut, mereka tetap sukarela menampung apapun masukan dan ilmu yang didapat gurunya terkait hal yang dipelajarinya. Bagaikan gelas kosong yang siap diisi air apapun, dan dari manapun.

Tipe Gelas Penuh

Pada tipe gelas penuh ini diibaratkan seseorang tidak mau menerima ilmu dari suatu kegiatan pembelajaran, dikarenakan rasa diri yang sudah lebih pintar dan lebih hebat. Ketika diberikan suatu hal baru, mereka menanggapinya dengan skeptis, atau hanya sedikit menerimanya karena ilmu yang dimilikinya dirasa sudah lebih mumpuni. Seperti halnya gelas penuh yang kemudian dituangkan air, pasti kebanyakan akan meluber tumpah dan sisanya akan bercampur sedikit.

Tipe Gelas Bertutup

Tipe gelas bertutup ini diibaratkan kepada orang yang menolak suatu pembelajaran dan benar-benar menutup diri dari suatu hal yang baru, entah dikarenakan mereka sudah terisi atau belum. Biasanya digambarkan kepada seseorang yang malas untuk menuntut ilmu, walau mau menuntut ilmu dengan keterpaksaan sehingga tidak mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.

Tipe Gelas Pecah

Tipe ini diibaratkan kepada siapapun yang sama sekali tidak siap menerima pelajaran. Raganya ada di tempat belajar, tetapi pikiran mereka entah dimana. Biasanya ini digambarkan kepada orang yang tidak konsentrasi dalam kegiatan pembelajaran atau orang yang berpikiran kosong ketika menerima pelajaran. Seperti air yang dituangkan ke dalam gelas pecah, pasti meluber kemana-mana tanpa ada tempat yang menampungnya.

Tipe Gelas Pipet/Erlenmeyer

Tipe ini diibaratkan kepada orang yang cenderung kesulitan dalam menerima materi yang disampaikan, bukan kesulitan berdasarkan motivasi, tetapi kesulitan yang berdasarkan teknis. Seperti pelupa, sulit memahami pelajaran, dll. Hal ini seperti air yang dituangkan ke dalam pipet yang memiliki lubang yang jauh lebih kecil daripada gelas, walaupun volumenya sama. Untuk mengantisipasinya diperlukan media lain untuk membantu penuangan air agar lebih mudah.

Tipe Gelas Bocor

Tipe gelas bocor ini diibaratkan kepada orang yang cenderung mudah lupa ketika mendapatkan suatu materi pembelajaran. Seperti gelas bocor yang airnya akan terus berkurang. Solusi dari hal ini adalah diperlukannya alat penambal, yang dalam hal ini adalah media-media pengingat semisal catatan atau hal lain yang dapat membantu dalam menjaga daya ingat.

Tipe Gelas Kosong Berpenyaring

Tipe ini diibaratkan kepada seseorang yang siap menerima ilmu secara penuh saat kegiatan pembelajaran secara terbuka dan sukarela, tetapi memiliki filter untuk menyerap mana yang baik dan menyaring mana yang kurang baik. Memang setiap orang tidak ada yang sempurna, dan tugas kita adalah mengambil kebaikan dari setiap orang dan membuang yang tidak baik. Seperti gelas yang berpenyaring, ketika dituangkan teh maka akan dapat menampung air yang jernih dan membuang ampas-ampasnya.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply