Puisi Karya Moh. Ghufron Cholid

Sastra 0
Puisi-puisi dari Moh. Ghufron Cholid

Puisi-puisi dari Moh. Ghufron Cholid

Cikancah-Cyber – Buku terbarunya Moh. Ghufron Cholid adalah, Menemukan Allah (Pena House, 2016). Dan di bawah ini beeberapa puisi karya Moh. Ghufron Cholid.

Pengembaraan Kedua

 

malam minggu

aku tiba di tanahmu

berdesakan waktu

menyalami kalbu

berebutan percaya

betapa di binary mata

 

langit bertaburan lampu-lampu waktu

menurun ke hati

jelma lentera nurani

naik ke mata

jadi mata doa

buat tiap kedatangan

 

ada yang terlepas

cemas

ada yang tergenggam

hati temaram

ada yang teranduk

rindu

ada yang terseduh

tabah

 

pengembaraan kedua

melumat hampa

meresap ridha

dalam dada.

Madura, 14 Juni 2014

 

Mempersunting Kenangan

 

sebelah duka sebelah suka

menarik-narik jiwa

mencongkel usia

merunduk sukma

di gemawan waktu

melayang-layang harap

di dasar laut rindu

terobok-obok kalbu

kenangan, mata waktu

menitip sembilu

mengajarkan hati

ketabahan hari

aku terkepung baying-bayang

bimbang mengapung

kesetiaan

menahan laju kegundahan.

Blega, 15 Juni 2014

 

Guru dan Waktu yang Berjalan

 

waktu terus berjalan

mengajarkan ketabahan

mengajarkan pengabdian

dan kesetiaan

 

pohon-pohon kenakalan tumbang

batang-batang keangkuhan patah

tanah-tanah tumbuh kasih

resah tak singgah

 

terlumat kesal

tertahan binal

baktimu guru mengakar

merekah mawar

 

malam menajamkan renung

waktu tergulung sembahyang

mengingat kearifanmu guru

yang tak mengenal debu

yang tak henti menyuarakan restu

dalam kamar kalbu

 

tanamlah doamu guru

dalam raga waktu

yang telah berganti baju

biar kalbu tak ditimang gugup

biar harap tak telungkup.

Madura, 14 Juni 2014

 

 Rindu yang Melesat

 

Aku menemukan rindu melesat

Menembus pusar khidmat

Aku rapatkan getar

Aku ukur debar

Aku rangkai zikir-zikir

Air tafakur

Mengalir, hapus dahaga

Jiwa yang kerontang

Mengapung kasih saying

 

Aku menemukan rindu melesat

Memusat

Melerai hasud

Menuntun sujud

Merenda langit takut.

Madura, 13 Juni 2014

 

Perjalanan Bersama Eithel*

 

kata-kata beranak-pinak cahaya

kita berjumpa

 

dalam puisi

selarik sekata

: merdeka

 

dalam kembara

secita sedosa

: dusta bahasa

Junglorong, 10 Februari 2016

*) Eithel, seorang penyair Mexico. Kami berjumpa semasa Kongres Penyair Sedunia ke-33 di Ipoh, Malaysia, 2013

 

Tentang  Moh. Ghufron Cholid :

Moh. Ghufron Cholid tinggal di Sampang, Madura, Jawa Timur. Karya-karyanya tersiar di Mingguan Malaysia, Mingguan Wanita Malaysia, Mingguan Warta Perdana, utusan Borneo, Tunas Cipta, Daily Ekspres, New Sabah Time, Bali Pos, Radar Surabaya, dll.

Karyanya juga terbit dalam berbagai antologi yang terbit di Indonesia dan luar negeri. Membacakan puisinya di forum-forum sastra di Surabaya, Pekalongan, Yogyakarta, Jakarta, dan lain-lain. Juga di Rumah Pena, Kualalumpur, Malaysia (2012) dan UPSI Perak, Malaysia (2012).

Ia menghadiri Kongres penyair Sedunia ke-33 di Ipoh, Malaysia (2013). Buku terbarunya, Menemukan Allah (Pena House, 2016). Sumber : Horison Majalah Sastra (Juni 2016).

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply