Tetap Waspada Terhadap Isu Rush Money yang Semakin Mencuat

Nasional 0
Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi Isu "Rush Money"

Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi Isu “Rush Money”

Cikancah-Cyber – Dengan adanya isu rush money atau penarikan uang besar-besaran atau massal pada tanggal 25 November 2016 ini, masyarakat dihimbau agar selalu waspada dan hati-hati dalam menanggapinya.

Seorang ekonom Acuviarta Kartabi mengatakan, ada bahaya besar yang mengintai jika masyarakat termakan dan terprovokasi dengan isu tersebut. Bukannya hal positif yang didapat, isu tersebut justru akan menjerumuskan masyarakat akan masalah baru.

Hal senada disampaikan Mabel Polri yang mengancam para penyebar isu ini akan mendapat hukuman penjara dan denda sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ancaman tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Minggu (20/11). Menurut Boy, isu rush money dapat dikategorikan sebagai kabar palsu, atau hoax, dan penyebarnya terancam hukuman pidana.

Penyebar isu palsu terancam pelanggaran Pasal 28 UU ITE. Pasal 28 UU ITE ini melarang orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Penyebar isu rush money sedang diusut untuk diungkap siapa tersangkanya. Isu tersebut mengancam stabilitas perekonomian negara dan meresahkan di masayarakat. Jika sudah terungkap maka penyebar isu tersebut terjerat hukuman maksimal 6 tahun penjara atau denda paling banyak 1 miliar rupiah.

Banyak pihak yang mengecam terhadap beredarnya isu rush money itu. Termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Karena menyebarkan isu yang tidak bertanggungjawab di media sosial.

Oleh karena itu sebagai warga negara yang bijak agar isu-isu semacam ini jangan disebarkan karena dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas ekonomi bangsa ini.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply