Hubungan Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bertingkat

Bahasa 0
Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bertingkat

Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bertingkat

Cikancah-Cyber – Kalimat majemuk bertingkat memperlihatkan berbagai jenis hubungan semantis antarklausa yang membentuknya. Adapun hubungannya adalah sebagai berikut :

1. Hubungan Waktu

Klausa sematan menyatakan waktu terjadinya peristiwa atau keadaan yang dinyatakan dalam klausa utama. Hubungan ini dapat dibedakan menjadi :

a. Hubungan Waktu Permulaan

Untuk menyatakan hubungan waktu permulaan, digunakan subordinator seperti se(men)jak, dan sedari.

Contoh : Aku lebih gembira sejak sikap dia padaku berubah.

b. Hubungan Waktu Bersamaan

Hubungan ini menunjukkan bahwa peristiwa atau keadaan yang dinyatakan dalam klausa utama dan klausa sematan terjadi pada waktu yang bersamaan atau hamper bersamaan. Subordinatornya adalah (se)waktu, tatkala, seraya, serta, selagi, sementara, selama, sambil, dan ketika.

Contoh : Selagi Ibu bepergian, kami berdua sering diajak Kakak ke ladang.

c. Hubungan Waktu Bertautan

Hubungan ini menunjukkan bahwa yang dinyatakan dalam klausa utama lebih dahulu atau lebih kemudian daripada yang dinyatakan dalam klausa sematan. Subordinatornya adalah sebelum, setelah, sesudah, seusai, begitu, dan sehabis.

Contoh : Sesudah satu tahun berkabung, Amin ingin bekerja lagi di Ciamis.

d. Hubungan Waktu Batas Akhir

Hubungan ini dipakai untuk menyatakan ujung suatu proses, dan subordinatornya adalah hingga dan sampai.

Contoh : Ningrum mengurus adiknya hingga ibunya pulang dari pasar.

2. Hubungan Syarat

Hubungan syarat terjadi dalam kalimat yang klausa sematannya menyatakan syarat terlaksannya apa yang disebut dalam klausa utama. Subordinatornya adalah jika(lau), seandainya, andaikata, andaikan, dan asal(kan).

Contoh : Jika Anda mau melakukannya, saya tentu senang sekali.

3. Hubungan Tujuan

Hubungan tujuan terdapat dalam kalimat yang klausa sematannya menyatakan suatu tujuan atau harapan dari apa yang disebut dalam klausa utama. Subordinatornya adalah agar, supaya, agar supaya, dan biar.

Contoh : Sahun bekerja sampai malam supaya anak-anaknya dapat melanjutkan kuliah.

4. Hubungan Konsesif

Hubungan konsesif terdapat dalam kalimat yang klausa sematannya memuat pernyataan yang tidak akan mengubah apa yang dinyatakan dalam klausa utama. Subordinatornya adalah walau(pun), meski(pun), sekalipun, bair(pun), kendati(pun), dan sungguhpun.

Contoh : Walaupun hatinya sangat sedih, dia tidak pernah menangis di hadapanku.

5. Hubungan Perbandingan

Hubungan ini memperlihatkan kemiripan antara pernyataan yang diutarakan dlam Klausa utama dan klausa sematan dan anggapan bahwa isi klausa utama lebih baik daripada isi klausa sematan. Subordinatornya adalah seperti, ibarat, bagaikan, laksana, sebagaimana, daripada, dan alih-alih.

Contoh : Daripada menganggur, cobalah bekerja di kebunku.

6. Hubungan Penyebaban

Hubungan ini terdapat dalam kalimat yang klausa sematannya menyatakan sebab atau alasan terjadinya sesuatu yang dinyatakan dalam klausa utama. Subordinatornya adalah sebab, karena, dan oleh karena.

Contoh : keadaan menjdi gawat lagi oleh karena musuh akan melancarkan aksinya lagi.

7. Hubungan Akibat

Klausa sematan menyatakan akibat dari apa yang dinyatakan dalam klausa utama. Subordinatornya adalah sehingga, sampai-(sampai), dan maka.

Contoh : Kami tidak setuju maka kami protes.

8. Hubungan Cara

Hubungan ini terdapat dalam kalimat yang klausa sematannya menyatakan cara pelaksanaan dari apa yang dinyatakan dalam klausa utama. Subordinatornya adalah dengan.

Contoh : Kesebelsaan Persib mempertahankan kemenangannya dengan semua pemain mundur.

9. Hubungan Sangkalan

Klausa sematan menyatakan adanya kenyataan yang berlawanan dengan keadaan yang sebenarnya. Subordinatornya adalah seakan(-akan), dan seolah-olah.

Contoh : Dian diam saja seakan-akan tidak mengetahu persoalan yang sebenarnya.

10. Hubungan Kenyataan

Klausa sematan menyatakan keadaan yang nyata yang berlawanan dengan yang dinyatakan dalam klausa utama. Subordinatornya adalah padahal dan sedangkan. Mobdro app (APK) download to watch premium online TV. www.mobdro.com is the official site but you find every info of mobdro in this blog even review. Mobdro Download for Android & PC/Laptop with Mobdro.APK Install. Online TV, Sports, Music, Movies, and Live TV options are explained.

Contoh : Tamu undangan sudah datang, sedangkan kita belum siap.

11. Hubungan Hasil

Klausa sematan menyatakan hasil dari suatu perbuatan atau keadaan yang dinyatakan pada klausa utama. Subordinatornya adalah makanya.

Contoh : Tempat itu licin, makanya kamu terjatuh.

12. Hubungan Penjelasan

Klausa sematan menjelaskan apa yang dinyatakan oleh klausa utama. Subordinatornya adalah bahwa.

Contoh : Sekarang dia baru diberi tahu bahwa pacarnya bias memasak.

13. Hubungan Atributif

Klausa Atributif itu ada dua, yaitu ;

a. Klausa Sematan sebagai Pewatas

Klausa sematan suatu keadaan atau perubahan yang dialami atau dilakukan oleh acuan nomina tertentu pada klausa utama. Subordinatornya adalah yang.

Contoh : Perempuan yang baju putih itu adalah pacar Uung.

b. Klausa Sematan Posesif

Klausa Sematan Posesif merupakan klausa pewatas, tetapi menyatakan hubungan pemilikan. Caranya dengan menambahkan partikel –nya pada nomina yang berdiri setelah yang tanpa mengindahkan jamak atau tunggal.

Contoh : Kita harus memperhatikan orang-orang yang nasibnya sangat menderita.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply