Penggunaan Tanda Koma

Bahasa 0
Penggunaan Tanda Koma

Penggunaan Tanda Koma

Cikancah-Cyber – Dalam dunia kepenulisan memahami cara penulisan tanda baca yang benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) sangatlah penting. Salah satunya adalah penggunaan tanda Koma. Tanda koma merupakan salah satu tanda baca yang paling banyak digunakan dalam struktur kepenulisan.

Oleh karena itu, di bawah ini merupakan beberapa cara  yang berkaitan dengan Penggunaan Tanda Koma dalam Bahasa Indonesia secara baik dan benar, yaitu :

1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Contoh :

Saya membeli spidol, tinta, dan buku gambar.

Satu, dua, … tiga!

2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.

Contoh :

Banat bukan anak saya, melainkan anak Ibu Ijem.

Saya ingin datang, tetapi hari hujan.

3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi kalimatnya.

Contoh :

Karena sibuk, dia lupa akan janjinya.

Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.

Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi kalimatnya.

Contoh :

Saya tidak akan dating kalau hari hujan.

Dia lupa akan janjinya karena sibuk.

4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada kalimat awal. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.

Contoh :

… Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.

… Jadi, soalnya tidak semudah itu.

5. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.

Contoh :

Wah, hebat!

O, seperti itu?

Hati-hati, ya, nanti terbakar.

6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Contoh :

Kata Indah, “Saya bahagia sekali.”

‘Saya bahagia sekali,” kata Indah, “karena naik kelas.”

7. Tanda koma dipakai di antara (1) nama dan alamat, (2) bagian-bagian alamat, (3) tempat dan tanggal, dan (4) nama tempat dan wilayah yang ditulis berurutan.

Contoh :

Surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Psikologi, Universitas Ahmad Dahlan, Jalan Raya Pramuka 14, Yogyakarta.

Sdr. Basuki, Jalan Pasar Baru 8, Cikancah

Ciamis, 12 Desember 2016

Jakarta, Indonesia

8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.

Contoh :

Siregar, Merari. 1987. Azab dan Sengsara. Jakarta: Pustaka Jaya.

9. Tanda koma dipakai di antara bagia-bagian catatan kaki.

Contoh :

W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang Mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia,1987), hlm. 4.

10. Tanda koma bias dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Contoh :

B. Ratmintem, S.Pd.

Ny. Chayeul, M.Pd.

11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Contoh :

11,3 m

Rp15,25

12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.

Contoh :

Guru saya, Pak Likito, pandai sekali.

13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.

Contoh :

Atas bantuan Adang, Karnadi mengucapkan terima kasih.

14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda Tanya atau tanda seru.

Contoh :

“Dimana Saudara tinggal?” Tanya Karsim.

“Berdiri lurus-lurus!” perintahnya.

Tags:
Rate this article!
Penggunaan Tanda Koma,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply