Mulai Juli, Guru-guru Harus 8 Jam di Sekolah

Pendidikan 0
Kewajiban Guru 8 Jam di Sekolah

Kewajiban Guru 8 Jam di Sekolah

Cikancah-Cyber – Tahun ajaran baru sebentar lagi akan dimulai. Mulai tahun ajaran baru 2017-2018 akan dilaksanakannya perintah Presiden Joko Widodo. Perintahnnya berupa reformasi pendidikan dalam rangka revolusi pendidikan.

Bentuk perubahannya yaitu para guru harus delapan jam berada di sekolah. Begitu pula sekolah juga harus diselenggarakan minimal delapan jam. Sebagai gantinya hari Sabtu dan Minggu tidak ada kegiatan di sekolah, kecuali kegiatan-kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler, pramuka, latihan kepemimpinan. Kegiatan tambahan Sabtu-Minggu dibolehkan, hanya saja bukan merupakan jam dinas dari sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, hal tersebut jangan disalahtafsirkan seolah-olah nanti anak-anak berada di kelas delapan jam atau ditambah mata pelajarannya. “Bahkan, saya cenderung mata pelajaran SD dan SMP akan dikurangi. Jadi jumlah mata pelajaran dikurangi, tetapi jumlah kegiatannya makin banyak”, ungkap Mendikbud.

Masih kata Mendikbud, siswa akan menjadi aktif, bukan gurunya yang aktif karena menggunakan Cara Belajar Siswa Aktif atau CBSA. Dengan cara tersebut maka pendidikan karakter akan berjalan lancar.

“Kalau pelajaran banyak gurunyanya yang ceramah, yang pintar gurunya bukan muridnya, paling enggak gurunya pintar ceramah. Kalau mau ceramah di pengajian saja, di mesjid, di gereja, tetapi untuk di sekolah guru tidak diridhai kalau banyak ceramah”, katanya.

Dengan demikian seorang guru harus lebih kreatif dalam mengembangkan metode belajar yang betul-betul bisa membangkitkan aktivitas, minat, dan semangat belajar siswa.

Apabila dalam sehari ada tiga mata pelajaran yang masing-masing 45 menit, itu artinya yang digunakan untuk belajar sekitar dua jam. Selebihnya digunakan untuk berbagai kegiatan seperti membaca buku dan mengaji.

Jika dalam pelaksanaan pembelajaran membutuhkan kegiatan di luar ruangan seperti mengunjungi museum, perpustakaan dan lain-lain, bisa saja mata pelajaran hari itu ditangguhkan dan bisa dilaksanakan pada hari berikutnya.

Jadi, intinya Mendikbud mengharapkan dan menginginkan sekolah itu harus dibuat luwes, fleksibel, dan tidak kaku. Pelajaran juga tidak boleh terjadwal secara kaku, karena yang paling penting sesuai dengan kebutuhan atau tujuan yang dicapai dalam proses pembelajaran.

Mendikbud juga menginginkan seorang Kepala sekolah harus kreatif begitu pula gurunya juga harus lebih kreatif, agar siswa akan merasa betah berada di sekolah selama delapan jam.

Pendidikan karakter menurut Mendikbud Muhadjir merupakan amanat dalam Nawa Cita Presiden. Porsi pendidikan karakter Sekolah Dasar (SD) 70% sedangkan 30% merupakan Ilmu Pengetahuan. Sedangkan bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) porsi pendidikan karakter 60% dan Ilmu Pengetahuan sebanyak 40%.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply