Google Doodle Hari Ini – Apa Mekanisme Antikythera Itu?

Teknologi 0
Antikythera Mechanisms

Antikythera Mechanisms

Cikancah-Cyber – 17 Mei 2017 Google Doodle memajang gambar Mekanisme Antikythera jika diklik akan mengarah ke pencarian, Apa itu mekanisme Antikythera? Atau what is the Antikythera Mechanism?

Mekanisme Antikythera adalah benda peninggalan bersejarah atau artefak berupa peranti perunggu yang ditemukan di bangkai kapal yang karam dekat Pulau Antikýthēra di Yunani tahun 1901. Para penyelam menemukan harta karun pada kapal dagang Romawi kuno yang mengangkut antara lain, patung-patung marmer dan perunggu serta koin-koin perak dari Pergamus.

Tanggal 17 Mei 1902, arkeolog Valerios Stais sedang memeriksa temuan tersebut dan melihat bahwa salah satu potongan batu memiliki roda gigi yang tertanam di dalamnya. Awalnya Stais percaya bahwa ini adalah jam astronomi, namun kebanyakan ilmuwan menganggap perangkat itu sebagai proaktif, terlalu rumit untuk dibangun pada periode yang sama dengan potongan-potongan lain yang telah ditemukan.

Para peneliti memperkirakan kapal itu kemungkinan sedang menuju Roma, tenggelam antara tahun 85 dan 60 SM. Artefak-artefak kemudian diamankan di Museum Arkeologi Nasional Athena, Yunani. Para peneliti berdatangan ke museum itu pada tahun 2005.

Ketika seorang arkeolog Yunani memeriksa artefak itu pada tahun 1902, mekanisme tersebut terpecah-pecah. Ada roda-roda gigi dengan beragam ukuran, dan gigi-giginya yang berbentuk segitiga dibuat secara akurat. Peranti itu mirip seperti jam, tetapi karena mekanisme jam diyakini baru digunakan secara luas sekitar 700 tahun lalu, kemungkinan besar itu bukan jam.

Tahun 1958, mekanisme itu diteliti oleh Derek de Solla Price, seorang fisikawan yang belakangan beralih menjadi profesor di bidang sejarah sains. Ia berpendapat bahwa peranti itu bisa menentukan waktu terjadinya peristiwa astronomis di masa lalu atau di masa depan, misalnya bulan purnama berikutnya.

Ia tahu bahwa tulisan pada piringannya menunjukkan pembagian kalender: hari, bulan, dan lambang zodiak. Menurutnya, di piringan itu tadinya pasti ada jarum yang bisa berputar yang menunjukkan posisi benda-benda langit pada waktu yang berlainan.

Price menyimpulkan bahwa roda gigi terbesar digunakan untuk menunjukkan pergerakan matahari dan satu kali rotasi satu tahun matahari. Jika roda gigi lainnya, yang terhubung dengan yang pertama, menunjukkan pergerakan bulan, maka rasio jumlah gigi pada kedua roda gigi tersebut pasti dirancang berdasarkan pandangan orang Yunani kuno tentang orbit bulan.

Pada tahun 2005, tim yang terdiri dari para peneliti yang disebutkan di awal meneliti mekanisme itu dengan mesin CAT-scan yang canggih untuk menghasilkan gambar sinar-X tiga dimensi beresolusi tinggi. Riset ini mengemukakan informasi baru tentang cara kerja mekanisme itu.

Ketika si pengguna memutar kenopnya, setidaknya 30 roda gigi yang saling terhubung mengaktifkan tiga piringan di bagian depan dan belakang kotak. Ini memungkinkan si pengguna memprediksi siklus astronomis, termasuk gerhana, yang berkaitan dengan siklus empat tahunan Olimpiade dan pesta-pesta olahraga lain yang melibatkan seluruh Yunani. Pesta-pesta olahraga ini lazim digunakan sebagai dasar penanggalan.

Riset terkini mengenai mekanisme itu menunjukkan adanya nama-nama bulan pada piringan yang memprediksi gerhana. Nama-nama itu berasal dari Korintus, sehingga para peneliti berkesimpulan bahwa peranti itu dibuat dan digunakan oleh masyarakat dari latar kebudayaan tertentu.

Majalah ilmiah Nature menyatakan, ”Kemungkinan besar penggunanya adalah koloni orang Korintus di Yunani bagian barat laut atau Sirakuse di Sisilia dan jika peranti itu digunakan di Sirakuse, hal ini menunjukkan bahwa peranti itu bisa jadi telah digunakan sejak zaman Archimedes.”

Sumber: Berita Jeneponto.com

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply