Inilah 6 Jenis Ikan yang Sebaiknya Tak Kamu Makan

Ikan Nila

Ikan Nila adalah salah satu jenis ikan yang mengandung zat yang tidak baik buat tubuh

Cikancah-Cyber – Siapapun pasti tahu yang namanya ikan. Ikan itu sehat dan enak rasanya. Ikan kaya akan nutrisi penting dan baik untuk kecerdasan otak. Namun rupanya ada ikan-ikan tertentu yang sebaiknya tidak dimakan atau dikonsumsi oleh kita.

Alih-alih menyehatkan, 6 jenis ikan ini justru mengandung zat-zat yang tidak baik buat tubuh. Menurut Bright Side, inilah 6 ikan yang sebaiknya jarang kamu makan, atau malah tidak usah sama sekali.

Ikan Lele Impor

Sebaiknya lele impor ini tidak dimakan. Karena ikan lele impor dapat tumbuh dengan ukuran yang cukup besar. Untuk mempercepat pertumbuhan, banyak peternak lele yang memberi makanan dengan hormon tertentu. Rata-rata lele di pasaran tumbuh dengan tidak wajar. Kendati demikian, lele yang hidup di alam bebas punya kandungan gizi yang baik.

Makarel

Makarela adalah sebutan bagi sekelompok ikan laut yang terdiri dari beberapa marga anggota famili Scombridae. Namun rupanya ikan ini cenderung mengandung zat merkuri jika tidak dibersihkan dengan baik. Makarel di Samudra Atlantik dianggap paling banyak mengandung merkuri. Jadi ada baiknya kamu tidak makan ikan jenis ini terlalu banyak.

Tuna

Ikan Tuna termasuk dalam jenis ikan yang sebaiknya tak dimakan sebagaimana Makarel. Ikan yang memiliki gaya hidup berkelompok ini juga punya kandungan merkuri. Khususnya tuna sirip hitam dan sirip biru. Ikan-ikan tuna hasil dari budi daya sebenarnya lebih diutamakan, dengan catatan tidak diberi makan antibiotik dan hormon.

Ikan Nila

Sungguh disayangkan dibalik kelezatan ikan Nila, rupanya mengandung konsentrasi lemak yang berbahaya. Peneliti merinci, kandungan lemak berbahaya yang dikandung ikan nila setinggi kandungan lemak pada babi. Terlalu banyak mengonsumsi ikan ini akan menambah kadar kolesterol dan membuat tubuh menjadi sensitif terhadap alergi.

Ikan Dolar

Ikan Dolar atau oilfish mengandung zat gempylotoxin, sejenis zat yang terkandung dalam lilin. Zat ini sangat sulit dimetabolisme oleh tubuh. Meskipun racunnya tak begitu merugikan tubuh, namun mengonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Untuk mengurangi kadar gempylotoxin, ikan ini sebaiknya digoreng hingga kering atau dipanggang dalam waktu yang lama.

Belut

Belut masuk dalam kategori jenis ikan yang punya kandungan banyak lemak. Belut masuk dalam catatan ikan berbahaya karena kebanyakan belut sekarang hidup dengan menyerap limbah industri pertanian. Spesies belut di Amerika malah telah dinyatakan punya racun yang tinggi. Sementara belut Eropa dianggap berbahaya karena tercemar merkuri dalam jumlah yang besar.

Nah, itulah 6 jenis ikan yang dianggap berbahaya. Umumnya ikan-ikan itu tidak disarankan untuk dikonsumsi. Jika kamu penggemar ikan, hendaknya mempertimbangkan unsur seperti kondisi kesegaran ikan dan habitat ikan itu hidup.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply