Peran Seorang Ibu dalam Pendidikan Anak

Artikel, Pendidikan 0
Peran Ibu dalam Pendidikan Anak

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak

Cikancah-Cyber – Orang tua, terlebih khusus seorang ibu memiliki peran penting bagi pendidikan seorang anak dalam sebuah keluarga. Pendidikan itu haruslah dimulai sejak dalam kandungan.Hal tersebut sesuai dengan pepatah yang mengatakan bahwa ‘pendidikan itu dimulai sejak dalam kandungan’. Ibu menjadi bagian terpenting pendidikan anak.

Keberhasilan pendidikan anak sangat ditentukan oleh sebuah sentuhan tangan seorang ibu, meskipun peran seorang ayah tak bisa diabaikan. Ibu memainkan peran penting di dalam mendidik anak-anaknya, terutama saat masih balita.

Pendidikan dalam keluarga meliputi pendidikan agama, moral, fisik/psikologis, intelektual, psikologis, dan sosial. Peran ibu dalam mendidik anaknya dibedakan menjadi tiga, yaitu ibu sebagai pemenuh kebutuhan anak, ibu sebagai suri tauladan bagi anak, dan ibu sebagai pemberi motivasi kelangsungan kehidupan anak.

Ibu Sebagai Pemenuh Kebutuhan Anak

Seorang ibu perlu menyediakan waktu bukan saja untuk selalu bersama, tapi juga berinteraksi maupun berkomunikasi secara terbuka dan timbal balik dengan anaknya. Pada dasarnya kebutuhan seseorang meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial, dan spiritual.

Kebutuhan fisik merupakan kebutuhan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan lainnya. Psikis meliputi kebutuhan akan kasih sayang, rasa aman, diterima, dan dihargai. Sedangkan kebutuhan sosial akan diperoleh anak dari kelompok di luar lingkungan keluarganya.

Bagi seorang ibu harus memberikan atau memuaskan kebutuhan anak secara wajar dan bertanggung jawab, tidak berlebihan maupun tak kurang. Pemenuhan kebutuhan anak secara berlebihan atau kurang akan menimbulkan pribadi yang kurang sehat di masa yang akan datang.

Dalam memenuhi kebutuhan psikis anak, seorang ibu harus mampu menciptakan situasi yang aman bagi putra-putrinya. Ibu diharapkan dapat membantu anak apabila mereka menemui kesulitan-kesulitan. Perasaan aman anak yang diperoleh dari rumah akan dibawa keluar rumah, artinya anak akan tidak mudah cemas dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul.

Ibu Sebagai Suri Tauladan Bagi Anak

Seorang ibu harus mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam mendidik. Mengingat bahwa perilaku orang tua, khususnya ibu, akan ditiru yang kemudian dijadikan panduan dalam perilaku anak, harus mampu menjadi teladan bagi mereka.

Dalam hal ini yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak adalah  proses mendidik yang disesuaikan tingkat kecerdasan anak itu sendiri. Kecerdasan anak yang berumur 0–5 tahun terbatas pada inderawinya saja, akal pikiran, dan perasaannya belum berfungsi secara maksimal.

Sejak anak lahir dari rahim seorang ibu, maka ibulah yang banyak mewarnai dan memengaruhi perkembangan pribadi, perilaku, dan akhlak anak. Untuk membentuk perilaku anak yang baik tidak hanya melalui ucapan tetapi juga dengan kelakuan yaitu mendidik anak lewat tingkah laku.

Sejak anak lahir, ia akan selalu melihat dan  mengamati gerak gerik atau tingkah laku ibunya. Dari tingkah laku ibunya itulah, anak akan senantiasa melihat dan meniru yang kemudian diambil, dimiliki, dan diterapkan dalam kehiduapnnya. Dalam perkembangan anak, proses identifikasi sudah mulai bisa dilakukan ketika si anak berusia 3–5 tahun.

Ibu Sebagai Pemberi Motivasi Kelangsungan Kehidupan Anak

Di sini lah sosok ibu dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dirinya dengan memperkaya sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebagai modal awal dalam rangka keberhasilannya sebagai pemberi motivasi dalam mengantarkan kelangsungan hidup anak yang cerdas serta sukses.

Kesediaan ibu untuk berbicara dengan anaknya akan mengembangkan proses bicara anak. Jadi, perkembangan mental anak akan sangat ditentukan oleh seberapa motivasi/stimulasi/rangsangan yang diberikan ibu terhadap anaknya.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply