Selama Bulan Menyinari Dadanya

Sastra 0
Chairil Anwar: Selama Bulan Menyinari Dadanya

Chairil Anwar: ‘Selama Bulan Menyinari Dadanya’

Cikancah-Cyber – Puisi-puisi karya Chairil Anwar sungguh sangat luar biasa. Makna puisinya sungguh sangat dalam. Banyak dari kita yang termotivasi oleh kata-kata indah yang terkandung dalam puisi bijak Chairil Anwar.

Puisi yang satu ini merupakan salah satu puisi buah karya Chairil Anwar yang sangat luar biasa. Puisinya dibuat tahun 1948. Semula puisi ini tidak memiliki judul, namun kemudian diberi judul ‘Selama Bulan Menyinari Dadanya’ oleh editor buku Aku Ini Binatang Jalang.

Selama Bulan Menyinari Dadanya*

Karya Chairil Anwar

Selama bulan menyinari dadanya jadi pualam
ranjang padang putih tiada batas
sepilah panggil-panggilan
antara aku dan mereka yang bertolak
Aku bukan lagi si cilik tidak tahu jalan
di hadapan berpuluh lorong dan gang
menimbang:
ini tempat terikat pada Ida dan ini ruangan “pas
bebas”

Selama bulan menyinari dadanya jadi pualam
ranjang padang putih tiada batas
sepilah panggil-panggilan
antara aku dan mereka yang bertolak
Juga ibuku yang berjanji
tidak meninggalkan sekoci.

 

Lihatlah cinta jingga luntur:
Dan aku yang pilih
tinjauan mengabur, daun-daun sekitar gugur
rumah tersembunyi dalam cemara rindang tinggi
pada jendela kaca tiada bayang datang mengambang
Gundu, gasing, kuda-kudaan, kapal-kapalan di
zaman kanak,

Lihatlah cinta jingga luntur:
Kalau datang nanti topan ajaib
menggulingkan gundu, memutarkan gasing
memacu kuda-kudaan, menghembus kapal-kapalan
aku sudah lebih dulu kaku.

 

1948

*Judul Puisi berasal dari editor buku, semula puisi ini tanpa judul.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply