Pengertian dan Jenis-jenis Plagiarisme

Artikel 0
Plagiarism

Plagiarism

Cikancah-Cyber – Di media sosial akhir-akhir ini semakin marak istilah plagiarisme. Beberapa kasus plagiarisme banyak terjadi di Indonesia. Bagi sebagian orang, istilah tersebut akan terasa asing. Lalu, apa sebenarnya plagiarisme itu? Samakah plagiarisme dengan plagiat?

Secara umum kata plagiarisme sebagai istilah baku dalam kosa kata bahasa Indonesia. Namun, istilah tersebut kalah populer dibandingkan kata plagiat.

Secara etimologi Plagiarisme sebenarnya diambil alih dari bahasa Belanda plagiaat. Dalam bahasa Inggris Plagiarisme adalah plagiarism. Kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi plagiarisme.

Plagiarisme atau sering disebut plagiat pertamakali dipakai oleh seorang penyair dari Roma, Marcus Valerius Martialis pada abad pertama. Dia membuat istilah Plagiarisme dalam bahasa Latin Plagiari(us) atau Plagi(um). Plagiarius memiliki makna atau arti penculik/menculik, pembajak atau merampok.

Sedangkan istilah Plagiary adalah merupakan turunan dari kata plagiarius, yang dipopulerkan seorang penulis naskah Ben Jonson tahun 1601 di Inggris.

Pengertian Plagiarisme

Menurut Sastroasmoro (2007) plagiarisme adalah “tindakan menyerahkan (submitting) atau menyajikan (presenting) ide atau kata/kalimat orang lain tanpa menyebut sumbernya”

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Plagiat merupakan bentuk nomina (kata benda) yang berarti pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan.

Halaman Wikipedia menyebutkan plagiarisme atau plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.

Menurut kamus bahasa gaul, bahasa yang digunakan anak-anak zaman sekarang istilah plagiat adalah tiruan, atau palsu (kepalsuan).

Plagiarisme atau plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas.

Setiap karangan yang asli dianggap sebagai hak milik si pengarang atau penulis dan tidak boleh dicetak ulang tanpa se-izin yang mempunyai hak atau penerbit karangan tersebut. Sebagai contoh sesudah 2×24 jam berita surat kabar tersiar, maka seseorang dapat mengambil alih dengan satu syarat harus menyebutkan sumbernya.

 Orang yang melakukan plagiat atau pelaku plagiat adalah plagiator (nomina) yang berarti orang yang mengambil karangan (pendapat dsb) orang lain dan disiarkan sebagai karangan (pendapat dsb) sendiri. Plagiator juga bisa dikatakan sebagai seorang penjiplak.

Terkadang plagiarisme atau plagiat dapat terjadi karena tak disengaja, misalnya karena seseorang kurang memahami tatakrama pengutipan atau perujukan gagasan atau pendapat orang lain.

Plagiarisme bisa terjadi juga karena keterbatasan pelacakan sumber-sumber informasi dari literatur-literatur ilmiah. Oleh sebab itu, setiap penulis harus berusaha maksimal untuk memastikan bahwa karya tulisnya bukan buah karya orang lain.

Jenis-jenis Plagiarisme

Melansir laman businesslaw.binus.ac.id, Elisabeth H. Oakes dan Mehrdad Kia (2004: xlvii-xlviii) mengklasifikasikan atau membagi plagiarisme menjadi : direct, patchwork, dan paraphrase plagiarism.

Menurut pola penyajiannya plagiarisme dibedakan menjadi lima jenis. Jenis-jenis tersebut adalah : (1) plagiarisme verbatim, (2) plagiarisme kain perca (patchwork), (3) plagiarisme parafrasa, (4) plagiarisme kata kunci atau frasa kunci, dan (5) plagiarisme struktur gagasan.

Plagiarisme Verbatim

Plagiarisme verbatim adalah plagiarisme paling tinggi bobot pelanggarannya, yaitu pengambilan karya milik orang lain persis apa adanya, dengan memberi kesan sebagai karya pribadi pelaku plagiarisme yang bersangkutan.

Plagiarisme Kain Perca

Plagiarisme kain perca dilakukan dengan mengambil karya milik orang lain dari berbagai sumber tanpa menyebutkan rujukannya. Potongan-potongan dari berbagai sumber ini lalu dijahit sehingga menjadi sebuah karya baru dan dikesankan sebagai karya orisinal dari pelaku plagiarisme.

Plagiarisme Parafrasa

Plagiarisme ini dilakukan dengan cara mengubah kalimat dari penulis asli menjadi kalimat baru dari pelaku plagiarisme. Jika pengutipnya jujur, seharusnya kalimat si penulis asli tersebut akan diformulasikannya menjadi kutipan langsung dan dicantumkan referensi tempat kutipan itu diperoleh.

Namun, pelaku plagiarisme parafrasa akan melakukannya dengan mengambil alih kutipan tadi dan menampilkannya sebagai kutipan tidak langsung, lagi-lagi dengan tidak menyebutkan sumber rujukannya, sehingga memberi kesan bahwa kutipan tadi orisinal berasal dari pelaku plagiarisme tersebut.

Plagiarisme parafrasa juga berlaku dalam hal tulisan asli itu diterjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa menyebutkan sumber aslinya.

Plagiarisme Kata Kunci atau Frasa Kunci

Plagiarisme parafrasa yang lebih terselubung adalah plagiarisme kata kunci atau plagiarisme frasa kunci. Di sini pelaku plagiarisme hanya mengambil sejumlah kata kunci atau frasa kunci dari tulisan aslinya.

Selanjutnya ia memformulasi ulang kalimat-kalimat dalam tulisan aslinya, tetapi tetap memasukkan di sana-sini kata kunci atau frasa kunci dari si penulis asli, tanpa mau menyebutkan sumber rujukannya.

Plagiarisme Struktur Gagasan

Di antara semua jenis plagiarisme, plagiarisme struktur gagasan adalah jenis yang paling tersembunyi dan paling sulit dilacak. Di sini pelaku plagiarisme mencontek gagasan orang lain dan kemudian gagasan ini dituangkan kembali melalui rangkaian kalimat, dengan kata kunci atau frasa kunci yang berbeda.

Gagasan orang lain itu bisa saja berasal dari sumber tertulis, film, atau bahkan tuturan lisan yang disampaikan melalui berbagai forum. Dalam konteks ini, kata kunci dan frasa kunci dari si pemilik gagasan awal memang sudah tidak lagi dipakai, tetapi struktur gagasannya masih sama.

Pencontekan ide seperti ini sulit untuk dibuktikan karena kesamaan gagasan seperti itu bisa diakui terjadi secara kebetulan.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply