Juknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2017/2018

Artikel, Pendidikan 0
PPDB

PPDB

Cikancah-Cyber – Tahun Pelajaran 2016/2017 telah usai. Sebentar lagi akan memasuki tahun pelajaran 2017/2018. Kegiatan penerimaan siswa baru untuk tiap sekolah tentu saja telah dipersiapkan. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, perlu memperhatikan pedoman, juknis maupun aturan yang ada dalam PPDB 2017/2018.

Pedoman Juknis Peraturan PPDB 2017/2018 sesuai Permendikbud RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang penerimaan peserta didik baru penerimaan peserta didik baru pada Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau lainnya yang sederajat.

Dengan adanya Juknis PPDB Tahun Pelajaran 2017/2018 atau Pedoman penerimaan peserta didik terbaru ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru disekolah dengan tepat.

Juknis PPDB Tahun Pelajaran 2017/2018

Peraturan penerimaan yang terdapat di juknis PPDB baru ini disusun untuk jenjang pelajaran 2017/2018 mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia dan Kementrian Agama Republik Indonesia tahun 2017.

Tujuan PPDB Tahun Pelajaran 2017/2018

Tujuan penerima siswa ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikn yaitu : Penerimaan peserta didik baru pada sekolah bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi warga negara usia sekolah agar memperoleh layanan pendidikan yang sebaik-baiknya secara tertib, terarah, sistematis, transparan dan berkeadilan.

Calon siswa baru tingkat satuan pendidikan SD, SMP, dan SMA adalah Peserta Didik yang memenuhi persyaratan. Calon peserta didik yang lulus sebelum tahun pelajaran berjalan yang memenuhi syarat juknis PPDB dapat mengikuti seleksi masuk sekolah.

Calon Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2017/2018

Siswa Taman Kanak-kanak

  1. Usia 4 tahun sampai dengan 5 tahun untuk kelompok A.
  2. Usia 5 tahun sampai dengan 6 tahun untuk kelompok B.
  3. Memiliki Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir.
  4. Kelompok A, dan B, bukan merupakan jenjang belajar, melainkan semata-mata pengelompokkan belajar yang berdasarkan pada kelompok usia anak.

Siswa Sekolah Dasar

Berusia 7 sampai dengan 12 tahun

Siawa Sekolah Menengah Pertama/MTs

  1. Sudah lulus dan memiliki ijazah SD/MI/Program Paket A.
  2. Memiliki Surat Keterangan Lulus SD/
  3. Usia maksimal 18 (delapan belas) tahun.
  4. Memiliki Sertifikat Hasil Ujian Akhir SD

Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan

  1. Telah lulus dan memiliki ijazah SMP/ MTs.
  2. Memiliki SHUN SMP/ MTs/.
  3. Adapun usia paling tinggi 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru.
  4. Memiliki SHUAMBN bagi lulusan SMP/MTs.

Kepanitiaan dan Pembiayaan

Kepanitiaan :

Panitia Penerimaan siswa Baru ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Sekola yang bersangkutan. Struktur Juknis PPDB 2017/2017 adalah calon peserta yang disesuaikan dengan kebutuhan terdiri dari : Penanggung Jawab, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Anggota, Tugas dan wewenang.

Pembiayaan :

  1. Biaya (PPDB) Tingkat SD, SMP/MTS, MA dan SMA negeri atau swasta berasal dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS);
  2. Biaya penerimaan yang akan masuk bagi SD, SMP, dan SMA Swasta dapat diperoleh dari Sumbangan Calon Peserta Didk Baru yang besarnya ditetapkan berdasarkan hasil keputusan rapat antara Kepala Madrasah dan pengurus Komite Madrasah;
  3. Dalam hal pemenuhan peningkatan mutu madrasah yang tidak dapat dianggarkan oleh APBN dan/atau APBD, orang tua calon peserta yang akan masuk sekkolah diberi kesempatan untuk memberikan sumbangan kepada madrasah melalui Komite Madrasah, setelah calon peserta didik baru dinyatakan diterima sebagai peserta.

Selengkapnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2017/2018 Klik di sini.

Demikian Pedoman Juknis Peraturan PPDB 2017/2018 sesuai Permendikbud RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang penerimaan peserta didik baru penerimaan peserta didik baru pada Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau lainnya yang sederajat. Semoga bermanfaat.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply