Bukan Permainan Cantik Malaysia Yang Mengalahkan Indonesia Tapi Soal Keberuntungan

Bukan Permainan Cantik Malaysia Yang Mengalahkan Indonesia Tapi Soal Keberuntungan

Thanabalan Pemain Yang Beruntung Dan Membawa Malaysia Ke Final Melawan Thailand/twitter

Cikancah-Cyber – Laga panas pertandingan semi final cabang sepakbola antara Malaysia vs Indonesia berjalan sangat menarik dari stadion Shah Alam Selangor, Kuala Lumpur Sabtu (26/08). Indonesia tampil sangat mengesankan pada babak pertama tidak hanya mengusai pertandingan tetapi pola permainan pendek dan cepat ditambah aksi skill individu yang sangat menawan ditunjukkan Garuda Muda.

Peran Evan Dimas Darmono sangat kentara dan sangat sulit dihentikan oleh para pemain Malaysia. Di depan Ezra Willian tampil beberapa kali mengancam gawang Muhammad Haziq namun keberuntungan sepertinya masih jauh dari kubu Indonesia. Babak pertama berakhir 0-0 tetapi yang menjadi catatan inilah seharusnya pola permainan yang punya visi bermain bola yang jelas meskipun gol tidak tercipta dibabak pertama.

Babak kedua agak sedikit mengendurkan permainan para pemain Indonesia dan sedikit Malaysia mendapat angin untuk melakukan penyerangan, beberapa kali Japri mendapat peluang lewat headingnya. Satria Tama masih bisa fokus dan selalu bisa mengatasi setiap ancaman pada gawangnya.

Namun keberuntungan memang tidak berpihak kepada Garuda Muda, petaka datang pada menit 87′ dimana lewat sepak pojok sundulan ke arah kiri Satria Tama yang dilakukan oleh Thanabalan tidak dapat diantisipasi dan kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk Malaysia.

Indonesia yang praktis tidak memiliki targetman karena Ezra Willian ditarik terlihat agak kesulitan disaat eksekusi akhir antara para pemain seperti Febri Haryadi, Yabes Roni dan Osvaldo Hay yang baru masuk dibabak kedua. Tetapi catatan khusus buat tim U-22 ini pada pertandingan yang penuh beban dan tekanan dari Tuan Rumah apalagi bisa dibilang musuh abadi anak asuh Luis Milla tidak terlihat grogi, emosional dan mampu bermain secara profesional dan tidak terpancing oleh situasi apapun.

Kalah menang memang menjadi akhir dari suatu permainan dan kita telah disuguhkan perjuangan yang begitu ngoto, determinasi tinggi dan tetap dengan kepala dingin sebenarnya ini lebih dari suatu hasil akhir atau kemenangan angka berapapun itu. Indonesia memang kalah dalam mencetak gol tapi tidak dalam permainan, mental dan spirit membawa atas nama Bangsa Indonesia. Salut dan Bravo para pemain Timnas U-22 Indonesia.

Terima kasih juga kepada sang arsitek Luis Milla dan para jajaran manajemen anda telah mengubah pola dan sistem permainan Indonesia menjadi enak ditonton dan punya karakter serta visi bermain bola yang semakin jelas.

Malaysia (4-3-3): Muhammad Haziq ; Matthew Davies, Muhammad Zainudin, Adam Nor Bin Azlin, Muhammad Syazwan; Muhammad Irfan, Muhammad Nor Azam, Mohammed Syamer; Kumaahran Sathavisam, Thanabalan Nadarajah, Safawi Rasid

Pelatih: Ong Kim Swee

Indonesia (4-2-3-1): Satria Tama; Putu Gede, Andy Setyo, Ricky Fajrin, Rezaldi Hehanussa; Evan Dimas, Hanif Sjahbandi; Yabes Roni, Septian David, Febri Hariyadi; Ezra Walian

Pelatih: Luis Milla

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply