Desa Ponggok Klaten Menjadi Contoh Desa Mandiri Dengan Berbagai Prestasi

Berita, Grasstrack, Nasional 0
Desa Ponggok Klaten Menjadi Contoh Desa Mandiri Dengan Berbagai Prestasi

Kepala Desa Ponggok Junaedi Mulyono, SH (Berpeci) Merupakan Sosok Kepala Desa Yang Visioner/Dok, Desa Ponggok

Cikancah-Cyber – Keseriusan pemerintahan Joko Widodo dalam membangun dan mensejahterkan Indonesia tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Dengan berbagai program yang langsung menyasar kelapisan masyarakat paling bawah terus gencar dilaksanakan oleh berbagai kementrian yang terkait, sebut saja Kemendes PDTT yang terus mengawal penggunaan Dana Desa agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Dana Desa kini bak pahlawan yang bisa mengangkat atau menyelamatkan warga desa dari jurang kemiskinan, banyak contoh beberapa desa sukses mengalokasikan Dana Desa dan mampu membuat perubahan bagi warganya bahkan tidak sedikit kini yang awalnya desa tertinggal berubah status menjadi desa mandiri dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi desa-desa lainnya di Indonesia.

Ada desa yang cukup menyedot perhatian akhir-akhir ini bukan hanya oleh warganya tetapi selain mendapat penghargaan/award dari Kemendes PDTT atas prestasinya juga menarik perhatian beberapa menteri untuk berkunjung dan bertemu langsung dengan kepala desanya. Desa itu bernama Desa Ponggok yang berada di wilayah Klaten Jawa Tengah.

Desa Ponggok Sukses Kembangkan Potensi Alam Untuk Kesejahteraan Warganya

Desa Ponggok memang memiliki sumber mata air alami dan sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Sebut saja Umbul Sigedang-Kapilaler adalah wahana wisata mata air (umbul) yang berada di Dukuh Umbulsari, Desa Wisata Ponggok. Anda dapat merasakan suasana kawasan pedesaan yang tenang, teduh dengan kesegaran airnya. Terdapat 2 mata air yaitu mata air Sigedang dan mata air Kapilaler. Tempat ini cocok untuk relaksasi, santai bersama dengan teman maupun keluarga.

Wisata Umbul Ponggok

Berbagai wisata air (underwater) ditawarkan lengkap dengan paket untuk mengabadikannya jadi anda jika berkunjung tidak perlu bingung dengan peralatan pendukung seperti kamera dan lain-lain karena pengelola sudah menyiapkannya dan dengan harga sewa yang bersahabat. Seiring trend dikalangan anak muda yakni selfie kini umbul ponggok juga menawarkan “seffie underwater”.

Desa Ponggok Klaten Menjadi Contoh Desa Mandiri Dengan Berbagai Prestasi

Selfie Underwater Menjadi Daya Tarik Tersendiri Bagi Pengunjung Umbul Ponggok/dok.umbulponggok

Kembangkan Produk Unggulan Berbahan Dasar Ikan

Didesa Ponggok saat ini berkembang usaha yang dikelola oleh kelompok perempuan tergabung dalam UKM Nila Murni yang didampingi oleh Ketua TP PKK Desa Ponggok Hj.Ratnasari Irawati S,S.Pt. Hasil produk UKM Nila Murni ada berbagai jenis olahan makanan berbahan dasar ikan seperti pangsit, cipir dan prastel ikan nila bahkan stik dari duri ikan nila, produk-produk tersebut dijual di beberapa stan lokal desa seperti di Toko Desa BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok dan counter khusus di Kantor.

Desa Ponggok terus berinovasi denga mengembangkan psroduk-produk unggulannya dengan  melayani pesanan melalui online, selain itu juga UKM Nila Murni bekerja sama dengan BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok untuk bundling tiket masuk kawasan wisata Umbul Ponggok dengan salah satu produk snack UKM Nila Murni, kerjasama ini juga bermaksud untuk mengenalkan produk lokal Desa Ponggok kepada pengunjung Umbul Ponggok.

Seiring dengan status desa Ponggok yang menjadi desa mandiri, kini banyak dari desa-desa lain mengadakan study desa dan melakukan kunjungan secara langsung guna menggali atau tukar pikiran dengan kepada Desa Ponggok mengenai pengembangan desa serta pemanfaatan sumber daya manusia serta alam untuk menjadikan warganya lebih sejahtera. Dengan adanya study desa hal ini tidak disia-siakan oleh kelompok UKM Nila Murni untuk memperkenalkan produk-produknya kepada tamu yang datang.

Toko Desa Alternatif lain Pengembangan BUMDES

Unit usaha yang  baru dirintis sejak bulan Juli 2016 dimana usahanya adalah penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga pada umumnya, dengan nama toko desa “Sumber Panguripan”. Toko desa memberikan pelayanan kepada warga masyarakat Desa Ponggok terutama bagi warga yang memiliki usaha kecil ( UKM ).

Selain mempermudah warganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tentunya kehadiran Toko Desa ini dapat dimanfaatkan warganya dalam memasarkan berbagai produk hasil dari olahan atau produk-produk yang mereka ciptakan sehingga bisa menjadikan Toko Desa saran display produk.

Desa Ponggok Klaten Menjadi Contoh Desa Mandiri Dengan Berbagai Prestasi

Keberadaan Toko Desa

 

Atas Prestasi dan Keberhasilannya Desa Ponggok Dikunjungi Beberapa Menteri

Berkat prestasi dan keberhasilannya desa Ponggok dalam mengelola Dana Desa dan dapat menjadikan desa Mandiri ini menjadi perhatian khusus beberapa menteri diantaranya Kemendes PDTT, Menteri Keuangan untuk berdialog langsung dan bahkan berencana membawa kepala Desa Ponggok untuk study banding ke luar negeri.

“Mungkin saya ingin kepala desa pergi ke negara maju, saya ingin ajak pak kepala desa ke nordic country, atau Singapura,”  ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati , seperti diberikatan Detik.com pada kunjungannya ke desa Ponggok Rabu (23/08).

Kunjungan Kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Ibu Puan Maharani Ke Desa Ponggok

Desa Ponggok Klaten Menjadi Contoh Desa Mandiri Dengan Berbagai Prestasi

Kedatangan Ibu Puan Maharani langsung disambut langsung oleh Kepala Desa Ponggok, Bp H Junaedhi Mulyono SH dan Sekretaris Desa Ponggok Bp Yani Setiadi SSos. Perbincangan santai dan penuh keakraban dilakukan di tepi Umbul Ponggok sambil menikmati suasana Umbul Ponggok, dalam kesempatan ini turut serta mendampingi Plt Bupati Klaten Ibu Hj Sri Mulyani. Kepala Desa Ponggok, Bp H Junaedhi Mulyono SH memaparkan tentang program-program Desa Ponggok dan pengelolaan BUMDesa Tirta Mandiri perihal pemberdayaan masyarakat.

Dengan prestasi ini wajar kalau desa Ponggok dijadikan tempat study bagi desa lainnya demi menggali atau sharing ilmu dalam mengembangkan berbagai potensi yang ada di desa masing-masing serta pemanfaatan Dana Desa secara optimal dan tepat sasaran.

Semoga tumbuh desa-desa lainnya untuk menjadi desa Mandiri sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di desa dan tidak lagi ibu kota dijadikan tujuan dalam mencari nafkah kalau didesanya sendiri sudah tersedia lapangan kerja. Sekarang saatnya menciptakan lapangan kerja dan bukan lagi mencari pekerjaan niscaya kalau semua elemen dapat bersatu dari mulai pemerintahan, pengusaha, elit politik dan masyarakat itu sendiri Indonesia Emas pasti terwujud dan dapat disegani oleh negara-negara lain.

Masyarakatpun akan lebih siap menghadapi pasar bebas dan tidak lagi hanya dijadikan objek pasar bagi para pebisnis luar negeri. Kita tidak kalah dengan sumber daya alam yang melimpah asal tahu cara pemanfaatannya dan dapat tersalurkan dengan fasilitas yang mudah tentunya ini perlu peran serta dari semua kalangan terutama menyangkut birokrasi.

 

 

 

 

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply