Filosofi di Balik Kereta Pancasila yang Dinaiki Presiden Joko Widodo

Berita, Nasional 0
Filosofi Kereta Pancasila yang dinaiki Presiden Jokowi dan Iriana Jokowi

Filosofi Kereta Pancasila yang dinaiki Presiden Jokowi dan Iriana Jokowi (Foto: Istimewa)

Cikancah-Cyber – Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 diselenggarakan sebagai puncak perayaan HUT RI ke-72. Perayaan ini dipusatkan di Kota Bandung, Sabtu (26/8).

Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan Bandung 2017 berlangsung meriah, bahkan kendaraan yang dipakai Presiden  Joko Widodo ( Jokowi) dan Iriana Jokowi memiliki filosofi yang sangat mendalam.

Kendaraan hias itu merupakan karya dari seniman kenamaan kota Bandung, Tisna Sanjaya yang merupakan pengajar di Institut Teknologi Bandung ini dinamai Kereta Pancasila.

Tisna Sanjaya bersama dengan budayawan lainnya, Aat Suratin, Joko Kurnain, dan beberapa budayawan lainnya mendapat tugas untuk merancang mobil yang akan menjadi tunggangan Presiden Joko Widodo. Tisna dan teman-temannya menggagas sebuah kendaraan yang menyimbolkan kerja keras pemimpin untuk membawa kesejahteraan rakyatnya.

Sebuah truk dihias dengan kepala burung Garuda yang tegak gagah berani berwarna biru. Lalu di bagian belakangnya disusun seeng (dandang), alat memasak tradisional Sunda, yang dipakai untuk membentuk tumpeng raksasa.

Tisna mengungkapkan, konsep yang diusung adalah mobil bajasan, artinya sederhana, tetapi lahir dari kerja keras.  Ada sekitar 99 seeng buatan pengerajin Tasikmalaya yang dipakai untuk membentuk tumpeng. Di dalam seeng itu akan diisi air yang diambil dari 99 mata air di Jabar.

Masih menurut Tisna, makna air dalam seeng itu adalah simbol spiritualitas yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Barat. Sebagai sumber kehidupan, air dapat kita pakai berwudhu, bersuci, minum, dan sebagainya.

Untuk menggambarkan kesejahteraan, di dalam tumpeng seeng itu dimasukkan aseupan, yakni wadah untuk mengukus nasi atau makanan lain yang berbentuk kerucut dan terbuat dari bambu yang dianyam.

Dalam aseupan dimasukkan hasil bumi seperti gabah, ubi, singkong, talas, dan sebagainya. Adapun Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi akan ditempatkan di bagian depan dari kendaraan itu.Kalau dilihat dari depan, kendaraan itu membawa hasil bumi dan Jokowi sebagai pemimpin mengantarkannya untuk rakyatnya.

Pada bagian depan kendaraan itu yang dihiasi seeng akan ada puisi tentang semangat dan optimism karya seiman Aat Suratin dan dilukis oleh seniman Joko Kurnian.

“Pesannya adalah, dengan penuh semangat dan optimis, maka kita akan semakin beriman pada Sang Pemilik Alam,” ungkapnya.

Para budayawan, seniman, dan pekerja kreatif di Bandung berharap setelah helatan Karnaval Kemerdekaan ke-72 ini, Indonesia bisa terus bekerja bersama untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.

“Indonesia ini negeri yang subur, kaya, dan memiliki budaya yang adiluhung, yakni gotong royong. Melalui gotong royong, pemimpin dan rakyatnya bekerja sama untuk meraih kesejateraan rakyat,” ucap Aat.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply