Sifat-Sifat Karya Sastra

Sastra 0
Sifat Karya Sastra

Sifat Karya Sastra (Foto: Ilustrasi)

Cikancah-Cyber – Karya sastra merupakan aspirasi yang berbentuk artistik yang imajinatif sesuai keinginan pengarang untuk disampaikan pada pembaca. Karya sastra merpakan hasil pemikiran yang dapat berbentuk lisan atau tulisan.

Hasil pemikiran tersebut baru dapat dikatagorikan sebagai suatu karya sastra jika memiliki sifat-sifat penunjuk karya sastra. Menurut Sumardjo dan Saini (1988: 16-17), ada tiga hal yang membedakan karya sastra dengan karya tulis lainnya. Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :

Karya Sastra Bersifat Khayal (Fictionality)

Sifat khayali sastra merupakan akibat dari kenyataan bahwa karya sastra diciptakan dengan daya khayal (Sumardjo dan Saini 1988: 13). Walau karya sastra membicarakan kehidupan yang nyata, terlebih dahulu karya sastra menciptakan dunia khayal sebagai latar tempat kenyataan dan masalah agar dapat direnungkan dan dihayati pembaca.

Hal itu dilakukan oleh sastrawan agar pembaca dapat mengkhayati kenyataan dan masalah dalam bentuk yang konkret melalui dunia imajinasi. Dengan demikian, pembaca dapat dapat merespons terhadap kenyataan atau masalah yang disajikan dalam karya sastra dengan melibatkan seluruh kepribadiannya.

Karya Sastra Memiliki Nilai Seni (Aestic Values)

Nilai seni atau estetika merupakan persayaratan yang membedakan karya sastra dengan yang bukan karya sastra. Melalui nilai estetika, seorang sastrawan dapat mengungkapkan pengalaman jiwa sejelasnya, sedalam-dalamnya, dan seindah mungkin.

Nilai seni yang terdapat dalam karya sastra sebagai berikut :

Kesatuan dan Keragaman (Unity in Variety)

Karya sastra haruslah utuh, artinya setiap bagian atau unsur dalam karya sastra harus mendukung ungkapan pengalaman jiwa atau pandangan pengarangnya.

Keseimbangan (Balance)

Seimbang tidaknya karya sastra dapat dilihat unsur-unsur atau bagian karya sastra seimbang dengan fungsinya atau belum.

Keselarasan (Harmony)

Keselarasan ini berkaitan dengan hubungan satu unsur karya sastra dengan unsur lainnya. Hubungan itu harus menunjang daya ungkap atau bagian lain. Seperti penentuan tokoh dengan latar dalam cerpen harus sesuai dengan unsur tema yang diangkat.

Tekanan yang Tepat (Right Emphasis)

Nilai seni berkaitan dengan tekanan yang tepat pada unsur karya sastra. Unsur yang penting harus mendapat penekanan yang lebih daripada unsur yang kurang penting. Unsur penting akan digarap pengarang dengan terperinci dan yang kurang penting akan digarap hanya garis besarnya saja.

Karya Sastra Menggunakan Bahasa yang Khas sebagai Media Sastra (Special Use of Language)

Bahasa merupakan sarana media penyampai ungkapan pengarang. Bahasa dalam karya sastra tidaklah sekaku penggunaan bahsa pada karya ilmiah. Bahasa dalam sastra tidak jarang melanggar atauran tata bahasa. Karena dalam sastra tindakan itu merupakan tindak bahasa kreatif.

Pelanggaran penggunaan kaidah bahasa itu biasa banyak ditemukan dalam genre sastra yang berupa puisi. Dalam dunia sastra hal tersebut dikenal dengan istilah licenta poetica.

Sumber: Intisari Sastra Indonesia

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
Sifat-Sifat Karya Sastra,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply