Wali Kota Kendari Terpilih Dilaporkan Model Seksi ke Polda Metro Jaya

Berita, Entertainment 0
Destiara Talita

Destiara Talita (Foto: Instagram)

Cikancah-Cyber – Persoalan asmara tanpa status terjadi pada Wali Kota terpilih Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Adriatma Dwi Putra (ADP), sehingga konsentrasinya mulai terbagi.

Disatu sisi ia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi pelantikan, disatu sisi pula ia harus berhadapan dengan persoalan hukum atas laporan dari model seksi Destiya Purna Panca alias Destiara Talita atau akrab disapa Tata di Polda Metro Jaya.

Tata melaporkan ADP atas dugaan pencemaran nama baik dan atau penghinaan (pasal 310, 311, dana tau pasal 315 KUHP). Laporan dari model dan juga mantan advokat kelahiran Jakarta 23 Desember 1988 ini tercantum dalam LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 8 Agustus 2017.

Kasus ini bermula dari perkenalan ADP dan Destiya pada tahun 2016 silam. Perkenalan itu pun berbuntut kepada hubungan khusus. Puncaknya pada Juni 2017 dimana ADP berjanji akan menikahi Destiya secara siri.

Termakan janji tersebut, Tata pasrah. Termasuk ketika melakukan hubungan badan layaknya suami istri sampai berulangkali. Dia pun memperlakukan ADP layaknya seorang suami, meski pernikahan siri yang dijanjikan belum terlaksana.

Namun janji tinggal janji. Menurut Destiya, ADP sulit dihubungi selama Juli kemarin. Tata merasa panik dan mulai takut berbadan dua. Lantas pada 8 Juli 2017, Tata kembali mencoba menghubungi ADP. Untuk bicara baik-baik, menanyakan kelanjutan hubungan ini sekaligus menagih pernikahan siri yang dia janjikan.

ADP tidak merespons lagi. Baru pada 9 Juli 2017 ADP menghubungi Tata. Sayangnya, ADP bukan memberikan solusi terbaik untuk hubungan mereka, namun justru memaki-maki dengan ucapan kotor.

Tak kuat dengan perlakuan tersebut, didampingi dua sahabatnya Destiya akhirnya memilih menempuh jalur hukum, melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya. Dan kini penyidik Polda Metro Jaya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Destriana dan juga saksi-saksi.

Dalam persoalan itu, M. Zakir Rasyidin selaku kuasa hukum Destiara Talita tidak membantahnya. Namun, menurutnya hal itu adalah masalah pribadi antara ADP dan Destiya. Ia hanyalah fokus mengawal persoalan hukum sesuai dengan laporan di Polda Metro Jaya.

Zakir menjelaskan, pada prinsipnya masalah yang paling mendasar dalam laporan tersebut bukan mengenai hubungan pribadi antara Destiara dan ADP. Akan tetapi, ada ucapan yang tidak elok disampaikan oleh ADP kepada Destiara dan sudah ada bukti yang dikantongi.

“Ucapan kotor itu sudah jadi materi dalam BAP jadi tidak bisa untuk dijadikan konsumsi publik. Yang pasti bahasanya kasar sekali, terlalu rendah dan terhina sekali klien kami dengan pernyataan tersebut,” tegasnya.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply