Ini Alasan Ponpes Ibnu Mas’ud Bogor Dilarang Beroperasi

Berita, Nasional 0
Ponpes Ibnu Mas'ud Bogor

Ponpes Ibnu Mas’ud Bogor (Foto: TribunJateng.com)

Cikancah-Cyber – Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran yang berada di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, resmi dilarang beroperasi. Pelarangan terhitung sejak Senin (18/09/2017) petang segala aktivitas di Ponpes Ibnu Mas’ud resmi dihentikan.

Hal ini merupakan keputusan musyarawah pimpinan daerah (muspida) Kabupaten Bogor, terdiri atas unsur Pemkab, DPRD, Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan 18 organisasi massa (ormas) Islam bersama Pimpinan/pengurus Yayasan Al-Urwathul Wutsqa.

Dilansir dari republika.co.id, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengatakan, ada beberapa indikasi pelarangan beroperasinya Ponpes Ibnu Mas’ud tersebut, yaitu

Pertama, karena pihak ponpes sama sekali tak mengantongi izin pendirian dan operasional lembaga pendidikan keagamaan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, dan Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam.

Kedua, karena Ibnu Mas’ud tidak memiliki izin mendirikan bangunan gedung sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 12 Tahun 2009 tentang Bangunan Gedung.

Ketiga, karena kegiatan yang dilaksanakan oleh ponpes tersebut terindikasi kuat bertentangan dengan tujuan, asas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

Keempat, karena aktivitas yang dilakukan nyata-nyata telah menimbulkan keresahan. Dan juga menimbulkan konflik di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.

Lebih lanjut Adang mengatakan, bahwa Surat Pernyataan bersama ini dibuat bukan berarti Pemerintah Kabupaten Bogor anti atau tidak mendukung terhadap lembaga pendidikan keagamaan Islam, namun semata-mata dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta merawat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penghentian beroperasinya Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran itu sebagai akibat dari aksi unjuk rasa yang digelar warga yang nyaris bertindak anarkis. Unjuk rasa berawal dari adanya pembakaran umbul-umbul merah putih yang dilakukan pengajar pesantren beberapa waktu lalu.

Selain itu, dikarenakan adanya dugaan aktivitas keagamaan yang radikal, bahkan belakangan sempat tersiar kabar jika salah satu santri dari Pondok pesantren Ibnu Mas’ud ini ikut dalam jaringan teroris internasional.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply