Presiden Jokowi Akan Umumkan Perpres Pendidikan Karakter Besok

Berita, Pendidikan 0
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Foto:wikipedia)

Cikancah-Cyber – Peraturan Presiden (Perpres) soal Pendidikan Karakter akan diterbitkan besok. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5/9/2017.  Dalam pertemuan itu kembali dimatangkan soal penguatan pendidikan karakter.

“Iya besok, besok saya ke sini lagi dengan Muhammadiyah dengan ulama. Presiden akan mengeluarkan Perpres (Peraturan Presiden) tentang Pendidikan Karakter,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj di Istana.

Pengumuman itu akan dilakukan pada siang hari. Said menambahkan isi Perpres itu adalah landasan hukum mengenai substannsi pendidikan karakter di semua level dan jenis pendidikan.

Menurutnya, semua menteri seperti Mendikbud, Menag, maupun dari pendidikan tinggi harus mendukung pendidikan karakter yang sudah berjalan yaitu madrasah diniyah. Sedangkan swasta di bawah swadaya masyarakat tetap berjalan.

“Dengan adanya Perpres ada kewajiban, ada payung kewajiban mengeluarkan anggaran. Malah bantuan, malah madrasah mengeluarkan anggaran. Kayak sekarang, gajinya guru madrasah itu pakainya yen. Yen ono, yen ono luwih (kalau ada kalau ada lebih),” tuturnya.

Mengenai masalah jam kerja guru yang harus mengajar selama 8 jam sehari untuk mendapat tunjangan, menurut Aqil, hal tersebut juga sudah dicarikan solusinya. Nantinya, kegiatan guru sebelum mengajar serta setelah mengajar seperti mengoreksi pekerjaan rumah juga bisa dihitung sebagai jam kerja.

“Ya tidak 5 hari lagi. Tidak 8 jam lagi. Soal masalah guru gampang, supaya dapat tunjangan. Hitung saja persiapan mengajar. Kan guru kalau mau mengajar ada persiapan nih,” tuturnya.

“Persiapanlah itu dihitung satu jam. Itu menambah jamnya guru. Atau anak anak pergi, guru masih ngoreksi PR. Satu jam misalkan. Sudah nambah jamnya guru itu,” pungkasnya.

Perpres ini menggantikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Perpres tersebut ditujukan kepada guru. Lewat aturan tersebut, para guru akan sama dengan Aparatur Sipil Negara yaitu memiliki delapan jam kerja.

“Itu kan sebenarnya delapan jam bukan untuk anak, tapi beban guru, beban kerja guru. Beban kerja guru akan kami geser jadi seperti beban kerja ASN pada umumnya yaitu delapan jam lima hari,” ujarnya.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply