Absensi Online Sistem Sidik Jari Pendidik SMP Diberlakukan Januari 2018, Akankah Efekif Sesuai Harapan?

Artikel, Lokal 0
Presensi Online Sistem Sidik Jari

Presensi Online Sistem Sidik Jari (Foto: Istimewa)

Cikancah-Cyber – Satu terobosan baru dunia pendidikan di Ciamis akan diberlakukan, yakni Absensi online sistem sidik jari. Absensi online sistem sidik jari bagi warga pendidikan, khususnya jenjang SMP akan diberlakukan mulai Januari 2018.

Penerapan sistem absensi online sistem sidik jari ini tidak diterapkan disemua jenjang secara serentak. Contohnya di Sekolah Dasar (SD) hanya beberapa sekolah saja yang mengunakan sistem ini untuk uji coba, sisanya belum.

Padahal semua jenjang itu, pendidiknya adalah merupakan Aparatur Sipi Negara (ASN). Sudah selayaknya semuanya juga melakukan hal yang sama seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP), tanpa ada pengecualian, karena memilki hak dan kewajiban yang sama.

Sistem absensi sidik jari ini memang memiliki tujuan yang mulia, demi tertibnya kehadiran dalam melaksanakan tugas. Hal ini dilakukan karena merupakan suatu yang pokok dalam peningkatan kinerja layanan pendidikan yang berkualitas.

Oleh karenanya, penataan kehadiran pegawai yang lebih tertib perlu dilakukan. Salah satu alternatif yang akan diterapkan, yakni dengan absensi sistem online.

Selain itu, pembenahan pendataan absensi dari sistem lama offline menjadi model online melalui presensi sidik jari ini agar lebih cepat diakses secara tertib, benar dan akurat. Rencananya sistem online ini akan terkoneksi langsung ke Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Akan tetapi, semua itu tidak bisa dilakukan dengan teburu-buru dan gegabah. Perlu adanya pengkajian yang mendalam serta sosialisasi agar tujuan yang ingin dicapai tidak menyimpang dan tidak menimbulkan pemasalahan yang baru.

Karena sistem online ini merupakan sesuatu yang baru, maka tak sedikit timbul pertanyaan seberapa efektifkah absensi sidik jari online ini? Akankan sesuai dengan harapan yang dinginkan?

Memang banyak kalangan yang mempertanyakan efektivitas alat dan kaitannya dengan sistem keamanan serta ketenangan pegawai khususnya guru atau pendidik yang menggunakan sistem presensi sidik jari itu.

Ada kekhawatiran akan terjadi hal-hal yang pahit dan menyesakkan atas digunakannya alat dan sistem presensi sidik jari. Para pendidik harus menanggung akibat dari kekurangtepatan implementasi alat dan sistem presensi yang digunakan, yang berimbas pada pemberian Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Jika hal itu sampai terjadi, lantas siapa yang pantas disalahkan dan bertanggungjawab? Pasalnya dalam rentang uji coba masih terjadi yang tidak dinginkan itu.

Semisal, scanner saat  jam pulang masih ada yang tidak terdeteksi, padahal melakukan scanner jam pulang melebihi batas jam mengajar yang telah ditentukan. Melihat kejadian tersebut, sudah tentu pendidik itu dinyatakan tidak hadir di hari itu. Belum lagi mengatasi kendala-kendala teknis lainya.

Seyogianya, para pendidik itu janganlah terus-terus dibebani dengan keharusan. Pasalnya para pendidik itu telah bekerja dengan gigih dan tulus tanpa mengenal lelah dan waktu demi mencerdaskan anak bangsa.

Terkadang para pendidik itu melewati batas ketentuan waktu yang telah ditentukan, hingga adakalanya hari libur pun masih ada yang masuk kerja, jika diharuskan menurut aturan.

Para pendidik tak akan berubah, semangat dalam bekerja tetap tinggi dan penuh ketulusan. Penertiban absensi kehadiran model online maupun offline akan sama jika tak barengi dengan hati.

Bagaimana, sudah efektifkan sesuai harapan? Semoga!

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply