Dimana Keberadaan Setya Novanto?

Berita, Nasional, Politik 0
Ketua DPR Setya Novanto

Ketua DPR Setya Novanto (Foto: Instagram @s.novanto)

Cikancah-Cyber – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Ketua DPR Setya Novanto.

“KPK menerbitkan surat perintah penangkapan bagi SN,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Setelah terbitnya surat perintah itu, sejumlah penyidik langsung mendatangi kediaman tersangka kasus korupsi megaproyek e-KTP itu di Jalan Wijaya Nomor 19, Jakarta Selatan, Rabu 15 November malam.

Para penyidik KPK tiba di rumah Novanto sekitar pukul 21.38 WIB. Namun, mereka tidak menemukan keberadaan Setya Novanto di kediamannya dan tak diketahui keberadaannya hingga hari ini, Kamis, 16 November 2017.

KPK hanya menjumpai istri Setya, Deisti Astriani Tagor, kuasa hukum Fredrich Yunadi, dan politikus Partai Golongan Karya, Mahyudin, di lokasi tersebut. Namun mereka pun mengaku tak tahu keberadaan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pengacara Setya, Fredrich Yunadi, mengatakan komunikasinya yang terakhir dengan Setya terjadi sebelum pukul 18.30 WIB, Rabu kemarin. Namun, Fredrich Yunadi, yakin kliennya masih berada di Jakarta.

“Saya yakin 100 persen di Jakarta. Beliau bukan pengecut, cuma beliau tidak ikhlas diperkosa,” kata Fredrich.

Novanto memang seolah hilang ditelan bumi. Dia terakhir kali terlihat di ruang publik Rabu (15/11) kemarin pagi hingga siang. Novanto hadir di paripurna DPR, bahkan menyampaikan pidato pembukaan masa sidang. Namun setelahnya Novanto sama sekali belum terlihat lagi.

Jika Setya Novanto tak kunjung ditemukan, KPK akan mempertimbangkan untuk menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO).

“Kalau belum ditemukan, kami pertimbangkan lebih lanjut dan koordinasi dengan Polri untuk menerbitkan surat DPO,” kata Febri.

Febri  menambahkan, pihaknya sudah 11 kali memanggil Setya Novanto dalam proses penyidikan KPK, baik sebagai tersangka maupun saksi. Dari 11 kali panggilan, hanya tiga kali memenuhi panggilan, yakni sebagai saksi untuk Sugiharto pada 13 Desember 2016 dan 10 Januari 2017, serta sebagai saksi Andi Agustinus alias Andi Narogong pada 14 Juli 2017.

Sekitar pukul 02.35, para penyidik keluar sambil menjinjing beberapa koper berwarna hitam dan biru serta sebuah kotak hitam berisi rekaman kamera closed circuit television (CCTV) di rumah tersebut.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply