Imbas Konten Porno di WhatsApp, Kominfo Incar Google

Aplikasi, Teknologi 0
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) (Foto: kominfo.go.id)

Cikancah-Cyber – Imbas dari beredarnya konten pornografi di WhatsApp, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) segera melakukan aksi bersih-bersih, bukan hanya di aplikasi pesan instan saja, tetapi juga mesin pencari seperti Google.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong agar para penyedia platform untuk turut aktif menyaring konten tak layak tersebut.

Direktur Jenderal Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, sebenarnya konten pornografi tidak hanya di aplikasi WhatsApp. Tapi penyebaran konten negatif dan pornografi di platform lain seperti mesin pencarian juga banyak yang menampilkan hal tidak pantas.

Bahkan di mesin pencarian terpantau lebih buruk ketimbang layanan pesan instan. Untuk itu pihaknya dipastikan juga akan memanggil perusahaan teknologi lainnya.

“Bukan hanya WhatsApp, kami lihat mesin pencarian lebih parah. Makanya Google dan perusahaan mesin pencari lainnya juga akan kami panggil,” ungkap Samuel.

Kementerian Komunikasi dan Informatika upaya bersih-besih konten negatif dan pornografi melalui dua skema yakni secara manual, aduan masyarakat, dan pencarian oleh tim Kominfo. Selain itu, Kominfo juga telah memiliki mesin penyaring konten negatif senilai Rp200 miliar untuk menekan peredaran konten yang dinilai tidak sesuai dengan budaya dan perundang-undangan.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply