Heboh Buku Pelajaran IPS SD Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Berita, Nasional, Pendidikan 0
Buku IPS Kelas 6 SD mencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Buku IPS Kelas 6 SD mencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel (Foto: Istimewa)

Cikancah-Cyber – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menyatakan telah menarik tautan Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang berisikan dan menyatakan bahwa Yerusalem disebut sebagai Ibu Kota Israel.

Buku tersebut merupakan buku pelajaran IPS untuk kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD). Tautan buku Sekolah Elektronik (BSE) itu beredar lewat aplikasi pesan singkat.

Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan sudah menarik tautan tersebut dari situs resmi Kemendikbud. Mendikbud Muhadjir mengatakan ada ketidakcermatan hingga e-book tersebut diunggah.

“Buku tersebut sejak pagi ini sudah dihapus dalam daftar BSE Kemendikbud,” kata Muhadjir lewat pesan singkat, Selasa (12/12/2017).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, dia sudah meminta kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad untuk menelusuri hal tersebut.

Selain BSE, di media sosial juga beredar foto buku pelajaran serupa dalam bentuk cetak. Dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 6 SD itu, pada halaman 15 disebutkan, Benua Asia terbagi 5 wilayah, yakni Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara.

Sedangkan Israel masuk salah satu dari sejumlah negara di wilayah Asia Barat, dengan ibu kota Yerusalem (nomor 7). Sementara untuk Palestina (nomor 12) tak ada nama ibu kota yang tertulis dalam buku itu.

Buku karangan Irawan Sadad Sadiman dan Shendy Amalia yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2009. Halaman 75 tertulis juga bahwa Ibu Kota Israel adalah Yerusalem.

Selain itu, ada juga buku IPS kelas 6 karangan Sutoyo dan Leo Agung. Buku ini diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2009. Di halaman 69 tertulis Yerusalem adalah Ibu Kota Israel.

Menurut Kapuskurbuk (kepala pusat kurikulum dan perbukuan) buku tersebut masuk BSE tahun 2008. Ada ketidakcermatan Tim Penilai Buku dalam menetapkan buku tersebut sebelum diunggah ke laman BSE Kemendikbud. Sedangkan menurut Mendikbud hal itu merupakan sebuah kekhilafan yang memalukan.

Menurut Mendikbud, buku tersebut tetap berlaku. Dan akan diralat oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) hingga diedarkan kembali.

“Bukunya tetap berlaku, bagian yang salah diralat. Nanti Puskurbuk akan segera mengedarkan ralatnya,” ungkap Muhadjir.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply