Liburan Perayaan Global di Bulan Desember 2017

Lokal, Wisata 0
Grand Sayang Kaak Ciamis

Grand Sayang Kaak Ciamis (Foto: Istimewa)

Cikancah-Cyber – Bulan ini adalah bulan Desember. Bulan Desember merupakan bulan yang identik dengan liburan di akhir tahun. Banyak sekali hari penting perayaan yang ada di Bulan Desember. Dengan banyaknya tanggal merah akhirnya Desember identik dengan bulan liburan akhir tahun.

Di bulan Desember, musim liburan telah tiba! Waktunya untuk melupakan semua rutinitas yang dilakukan sepanjang tahun ini untuk menyambut tahun berikutnya dengan lebih semangat. Perayaan global di bulan Desember merupakan sebuah aktivitas yang tak boleh dilewatkan.

Sudahkah Anda punya ide untuk berlibur ke mana? Jika ingin liburan perlu dipehatikan an perlu berhati-hati karena kondisi cuaca yang tak menentu ditambah dengan bencana alam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Tak harus pergi jauh-jauh untuk mengisi waktu liburan. Ciamis memiliki tempat wisata yang dapat dinikmati. Pemandangan alam yang sempurna membuat Ciamis dapat dinikmati untuk liburan.

Berikut adalah sejumlah tempat wisata pilihan di Ciamis yang dapat menjadi destinasi wisata alternatif bagi Anda dan keluarga.

Grand Sayang Kaak

Obyek wisata alam ‘Grand Sayang Kaak’ memiliki luas yaitu 3 ha yang berada di tepi jurang di atas sungai Citanduy. Obyek wisata alam ini dikelola oleh Karang Taruna setempat.

Gand Sayang Kaak ini memiliki pemandangan alam yang indah, karena berada di atas sungai Citanduy yang berkelok. Pemandangan alam terlihat begitu indah dengan latar belakang sungai yang berkelok, sawah yang hijau serta hijaunya pepohonan di tepi sungai.

Selain menikmati aliran sungai Citanduy dan pemandangannya, juga pengunjung bisa melihat proses pembangunan bendungan Leuwi Keris yang sedang dalam tahap konstruksi.

Keindahan Grand Sayang Kaak jika dilihat sepintas dari arah pintu masuk, maka obyek wisata alam Grand Sayang Kaak ini pemandangannya menyerupai Ngarai Sianok di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Pesona keindahan obyek wisata alam Grand Sayang Kaak ini menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata baru di Ciamis. Untuk masuk ke obyek wisata alam Grand Sayang Kaak ini sangatlah murah. Cukup membayar uang parkir saja.

Fasilitas cukup lengkap. Di obyek wisata alam Grand Sayang Kaak ini sudah tersedia warung, tempat parkir yang luas, mushola dan MCK.

Jarak obyek wisata alam Grand Sayang Kaak dari pusat kota Ciamis cukup dekat hanya 6 km saja. Dari pusat kota Ciamis, arahkan kendaraan menuju arah Handapherang ke arah Tempat ke arah Tempat Pembuangan Akhir sampah Ciamis. Jangan khawatir tersesat karena sudah ada papan petunjuk menuju ke obyek wisata alam Grand Sayang Kaak.

Inilah Alamat lengkap obyek wisata alam Grand Sayang Kaak berada di Dusun Cikatomas, Desa Handapherang, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Koordinat obyek wisata alam Grand Sayang Kaak berada pada titik S7.353839, E108.383140.

Grand Sayang Kaak

Grand Sayang Kaak (Foto: Istimewa)

Situ Lengkong Panjalu

Situ Lengkong, juga disebut Situ Lengkong Panjalu, adalah suatu danau (situ dalam bahasa Sunda) yang terletak di Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat.

Situ Lengkong terletak sekitar 35 km sebelah utara kota Kabupaten Ciamis atau 15 km sebelah barat Kota Kawali, berbatasan di sebelah utara dengan wilayah talaga Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, suatu lingkup wilayah komunitas yang dulu dikenal sebagai pusat kerajaan Panjalu.

Situ Lengkong memiliki luas 70 Ha Situ Panjalu dikeliling vegetasi yang cukup lebat sehingga debit air situ selalu terjaga. Terletak disepanjang tepi utara kota Panjalu, sekarang terdapat tiga buah Nusa (pulau kecil).

Pada situ tersebut yang masing-masing digunakan sebagai tempat bangunan Istana Kerajaan, Kepatihan dan staf kerajaan dan sebagai taman rekreasi. Pendiri ibu kota kerajaan adalah tokoh karismatik leluhur Panjalu bernama Borosngora Raja Panjalu islam pertama.

Selain sebagai tempat wisata alam, Situ Lengkong Panjalu juga merupakan Cagar Budaya. Wisatawan yang berkunjung ke Panjalu pada umumnya adalah para peziarah. Para peziarah ini biasanya mengunjungi Tokoh Raja Panjalu, terutama pemakaman Prabu Hariang Kancana di Nusa Situ Lengkong (Situ Istana Kerajaan). Selain itu juga Museum Bumi Alit.

Di Museum Bumi Alit ini disimpan benda-benda peninggalan bersejarah berupa menhir, batu pengsucian, batu penobatan, naskah- naskah dan benda- benda perkakas peninggalan milik Raja-raja dan Bupati Panjalu masa lalu. terutama perkakas yang disebut benda pusaka Panjalu yang berupa Pedang, Cis dan Genta (lonceng kecil) peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora.

Dengan pemandangan alam yang indah, udara yang sejuk, Situ Lengkong Panjalu menjadi tempat yang nyaman untuk berlibur. Bagi para penggemar fotografi, Situ Lengkong merupakan tempat  yang menarik untuk hunting landscape maupun hunting human interest.

Situ Lengkong Panjalu

Situ Lengkong Panjalu (Foto: Istimewa)

Curug Tujuh Panjalu

Panjalu memiliki satu destinasi wisata yang cukup terkenal.  Destinasi tersebut adalah Curug Tujuh. Seperti namanya, destinasi ini merupakan curug (air terjun) yang bertingkat-tingkat sampai 7 buah. Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Simantaja, Curug Cileutik, dan Curug Cibuluh.

Destinasi Curug Tujuh ini berada pada ketinggian 800-900 meter di atas permukaan laut.  Konfigurasi lapangannya berbukit dengan suhu udara secara umum berada pada 17-18 derajat Celcius.

Untuk menikmati keindahan dan keasrian ketujuh curug tersebut kita harus naik mengitari bukit dengan mengunakan jalan setapak yang dikelilingi hutan pinus Perum Perhuani.

Curug Tujuh Panjalu atau disebut juga Curug Cibolang terletak di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, di kaki Gunung Sawal.  Berjarak Sekitar 35 km dari Kota Ciamis ke arah utara.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum anda dapat naik dari Terminal Ciamis menggunakan jurusan Ciamis-Panjalu atau dari Bandung menggunakan jurusan Ciamis via Panjalu.

Obyek wisata Curug Tujuh cocok bagi yang mempunyai hobi petualangan.  Hal ini disebabkan untuk menuju ke lokasi itu dibutuhkan cukup kerja keras mendaki bukit.

Namun, panorama alam yang indah dan suasana hutan pinus dan alam gunung Ciparang dan gunung Cibolang yang melingkupinya memberikan kompensasi yang sepadan.

Daya tarik utama dari obyek wisata ini adalah ketujuh curugnya.  Konon di antara curug tersebut mengalirkan air yang berkhasiat menyembuhkan penyakit seperti penyakit kulit, encok, rematik dan pegal linu.

Istimewanya, airnya tidak pernah surut sekalipun musim kemarau. Selain mandi dan menikmati keindahan curug, di obyek wisata ini juga bisa dilakukan camping.

Curug Tujuh Panjalu

Curug Tujuh Panjalu (Foto: Istimewa)

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply