Wisata Desa Bunter “Antara Harapan Dan Kenyataan”

Berita, Lokal 0
Wisata Desa Bunter "Antara Harapan Dan Kenyataan"

Nuansa Pesawahan Dan Keramat Bunter Merupakan Salah Satu Daya Tarik Desa Bunter/Foto : WS

Cikancah-Cyber – Pemerataan pembangunan sedang menjadi trend dikalangan pemerintah baik dari pusat maupun daerah. Pemerintah memaksimalkan kinerja para menteri kabinetnya untuk terus menggali semua potensi yang ada demi tercapainya keadilan bagi seluruh masyarakat dan mengurai mata rantai kemiskinan lewat berbagai program dan inovasi.

Salahsatu program yang sedang digalakan adalah inovasi desa, dan itu juga sedang didalami oleh beberapa tokoh yang menginginkan adanya perubahan terutama disektor pariwisata khususya di desa Bunter. Desa Bunter sendiri berada dibawah Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis provinsi Jawa Barat. Desa Bunter yang masyarakatnya memang mayorias petani dan terdapat beberapa lahan pertanian juga termasuk perkebunan milik pemerintah.

Melihat potensi yang ada memang desa Bunter tidak memiliki warisan tempat wisata seperti air terjun, gunung atau bahkan pantai sekalipun. Desa Bunter yang memiliki beberapa keramat dan aliran sungai memang memungkinkan untuk dijadikan destinasi wisata religi atau sejarah. Memang kalau melihat dari potensi yang ada tidak menutup kemungkinan desa Bunter bisa memiliki destinasi/tempat wisata yang bersifat tematik. Hal tersebut pernah dijajaki oleh admin sebelum adanya kunjungan bapak Bupati Ciamis disela-sela berdialog dengan para petani di dusun Bunter.

Di dusun Bunter sendiri terdapat petilasan/peninggalan sejarah awal mulanya berdiri pemerintahan Desa Bunter. Disana terdapat air terjun Cikelebut, Seseengan dan Keramat Bunter. Konon disana pernah berdiri pemerintahan Desa Bunter sebelum berpindah ke beberapa tempat/dusun yang sekarang berada di dusun Desa.

Kalau dilihat dari segi pariwisata memang tempat yang berada dilembah antara perbukitan tersebut mengalir sungai Cirende yang tepat berada ditengah kedua perbukitan dan perkebunan yang dikelola warga dan pemerintah. Sungai yang terbentang dengan kontur landai dan terdapat bebatuan yang cukup menarik tentunya bisa menambah nilai tambah bagi desa Bunter kalau memang benar-benar ingin menjadikan destinasi wisata.

Masyarakat dusun Bunter khususnya dan umumnya desa Bunter memang sudah sangat merindukan adanya perubahan tentang tata kelola desa dengan lebih maju dan modern tetapi tentunya dengan tidak melupakan nilai-nilai sejarah yang harus tetap terjaga. Memang ada kekhawatiran dari sebagian warga akan perubahan kalau daerahnya dijadikan destinasi wisata, hal yang paling mereka takutkan adalah tidak lagi terjaga keasrian dan nilai luhur dari sejarah yang terkandung didalamnya.

Antara Harapan Dan Kenyataan

Harapan itu muncul ketika seiring dengan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dimana dengan pola atau pemikiran dan semangat baru untuk membangun desa Bunter tercetuslah pemikiran dengan dibuatnya perencanaan tentang inovasi desa yang didalamnya termasuk bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat desa Bunter lewat inovasi atau terobosan yang dilakukan oleh semua unsur yang terkait. Kini harapan besar masyarat desa Bunter menanti aksi nyata dari semua pemangku kekuasaan khususnya pemerintahan desa bagaimana bisa menerjemahkan semua aspirasi dari masyarakat bawah yang sudah dengan sendirinya sadar akan perubahan.

Keinginan atau mimpi masyarkat desa Bunter akan perubhan terutama yang  menyangkut pemanfaatan potensi wisata atau alam yang ada tentunya bukan isapan jempol belaka atau pemikiran sepintas. Hal ini telah dibuktikan dengan berbagai kegiatan warga yang dengan sukarela membersihkan bahkan memperbaiki akses jalan terutama ke keramat Bunter yang berada di dusun Bunter antara Ciledug dan Cidulang. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sudah sangat sadar akan potensi yang mereka punya dan berkeinginan memanfaatkan semaksimal mungkin demi kesejahteraan semua.

Kami pernah berbincang sekaligus bersama-sama warga desa bunter khususnya sekitar keramat dan dapat disimpulkan beberapa point yang mereka inginkan diantaranya :

  1. Tercatatnya beberapa situs di Desa Bunter kedalam peta wisata Kabupaten Ciamis
  2. Pemanfaatan sungai untuk destinasi wisata atau dapat menghasilkan income/pemasukan bagi masyarakat
  3. Tertatanya wilayah desa Bunter dan dapat menjadi tujuan wisata
  4. Menambah penghasilan warga lewat adanya obyek wisata sekaligus dapat memunculkan kreatifitas warga sekitarnya
  5. Terpeliharanya situs-situs bersejarah yang berada di desa Bunter
  6. Menambah Pendapatan Asli Desa (PAD) dari tahun-tahun sebelumnya
  7. Dapat meningkatkan status desa Bunter yang sebelumnya masih termasuk desa tertinggal

Setidaknya itulah point pokok yang terpikirkan oleh seluruh lapisan masyarakat agar mereka merasakan perubahan yang selama ini diidam-idamkan. Dengan demikian tentunya perlu kerjasama yang baik antara semua pihak baik dari masyarakat, pemerintah desa dan semua tokoh yang bisa membantu mimpi mulia dari masyakat desa Bunter untuk menuju desa yang lebih maju dan modern serta dapat mensejahterakan warganya.

Harapan diatas memang tidak muluk dan bisa diartikan sangat wajar namun kendala yang ada saat ini memang tidak bisa bisa dianggap enteng atau dipandang sebelah mata, disisi lain harapan dan semangat dari warga sudah muncul tetapi disisi lain ada keterbatasan baik dari dana atau bahkan keberanian untuk melakukan perubahan terutama mengacu dengan mata anggaran yang ada. Selama ini desa Bunter memang masih berkutat dengan pembangunan infrastruktur terutama jalan yang kondisinya memang sangat luas/panjang dibanding desa-desa lain. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi keputusan atau kebijakan pembangunan di desa Bunter.

Visioner Dan Keberanian

Kendala tersebut memang bisa diatasi apabila semua unsur terutama dipemerintahan dari pihak desa, kecamatan sampai kabupaten mempunyai visi yang sama dengan jauh berpandangan kedepan dengan tidak melihat ini semua menjadi sebuah kendala. Dengan kebersamaan semua kesulitan tentunya akan terasa ringan dijalankan kalau dalam perjalanannya tidak saling egoa tau memaksakan kehendak masing-masing. Pemikiran-pemikiran kerdil harus sudah dibuang jauh-jauh di era perubahan yang serba cepat seperti sekarang ini, dimana semua tindakan atau kebijakan bisa langsung dirasakan bahkan dikomentari oleh warga lewat kemajuan teknologi dan dengan menggunakan berbagai media sosial (medsos).

Selain mempunyai visi yang jauh kedepan tentunya semua itu akan sia-sia bila tidak diikuti dengan keberanian, disini diperlukan keberanian dalam melakukan inovasi, keberanian dalam mengambil tindakan bahkan berani dengan semua resiko yang akan timbul kedepannya. Tentunya berani disini bukan berarti konyol atau tanpa perhitungan namun keberanian akan muncul setelah kita memegang konsep yang jelas dan matang sehingga dalam bertindak tentunya sudah diperhitungkan dan dapat meminimalisir resiko bagi semua pihak.

Pemanfaatan Teknologi

Kini sudah bukan barang tabu lagi bahwa disemua lapisan masyarakat yang namanya alat komunikasi atau gadget sudah semakin canggih dan merata diberbagai kalangan, jika dulu gadget hanya dimiliki kalangan tertentu sekarang dari lapisan masyarakat terbawahpun sudah memilikinya bahkan sudah suport atau mumpuni menjalankan berbagai aplikasi yang memungkinkan masyarakat dapat dengan cepat menerima berita atau perkembangan yang ada saat ini.

Dengan semakin canggihnya sarana komunikasi atau teknologi tentunya dapat dimanfaatkan bagi desa atau pemangku kebijakan dalam hal mempromosikan atau menyampakan berbagai informasi terkait program-program yang sudah, sedang atau akan dilaksanakan. Hal ini akan meringankan tugas kita semua dalam hal penyampaian ide-ide kreatif atau semua program yang harus diketahui dengan cepat kepada masyarakat.

Media sosial (medsos) sudah sangat familiar dikalangan masyarakat desa Bunter khususnya dan kalau dimanfaatkan dengan bijak tentunya ha ini akan menjadi sebuah kekuatan dalam mendorong inovasi desa yang akan digulirkan. Kita jangan anti perubahan karena kalau kita bijak tidak semua teknologi  akan memberikan efek negatif kalau kita mengerti dan tau manfaat serta cara penggunaanya. Meskipun harus diakui sekarang masyarakat masih eforia dengan berbagai kemudahan dan teknologi yang mereka genggam dan tidak banyak juga yang dalam perjalanannya menjadikan petaka bagi para penggunanya karena kurangnya pemahaman.

Hal ini tentunya menjadi tugas kita bersama terutama pemerintahan dari pusat sampai desa untuk selalu mengontrol setiap pemanfaatan teknologi dengan segala perubahan yang ada dan serba cepat.

Pembentukan Panitia Khusus

Demi meringankan dan mempercepat proses inovasi desa tentunya tidak bisa hanya dihandle atau dilakukan oleh pihak tertentu saja terutama pihak desa namun perlu adanya kerjasama dari semua kalangan yang memang mempunyai visi atau mimpi yang sama akan perubahan dengan mengesampingkan ego atau kepentingan pribadi dan golongan. Hal ini sangat perlu dilakukan karena kalau hanya melibatkan pemerintahan desa tentunya akan ada keterbatasan baik dari segi waktu atau sumber daya manusia yang tersedia di desa.

Tentunya dalam penunjukkan setiap personil yang akan terlibat dalam inovasi desa harus betul-betul orang yang tepat dan memiliki keilmuan atau pengetahuan yang cukup akan bidang yang diberikan. Dalam hal ini diharuskan mengesampingkan pemikiran-pemikiran yang hanya mewakili kalangan pribadi atau golongan tertentu. Kita harus ingat bahwa tujuan ini mulia demi terciptanya perubahan secara menyeluruh dan dapat dirasakan pula oleh seluruh lapisan masyarakat desa Bunter. Keterwakilan dari setiap dusun, lembaga kemasyarakatan, tokoh dan pemerintahan setidaknya akan mengurangi kecemburuan sosial yang terkadang tercipta dalam perjalanan atau penerapan program apalagi kalau sudah menyangkut yang namanya uang atau anggaran. Hal-hal seperti ini bisa saja timbul dan kita harus cermat dalam menyikapinya dari awal jangan sampai program ini batal begitu saja dan tidak ada solusi kedepannya.

Kebersamaan dan Keberpihakan Pada Masyarakat

Setelah kita membahas beberapa hal diatas tentunya sehebat dan secanggih apapun konsep, sejauh manapun visi yang kita lontarkan akan sia-sia apabila tidak terciptanya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakatnya. Semua akan menjadi sia-sia dan tidak akan menjadi nilai tambah baik bagi pemerintahan desa maupun masyarakatnya itu sendiri apabila tidak terdapat kecocokan dan mengakibatkan tidak sinkronya semua program tadi diatas.

Maka dari itu kebersamaan menjadi kunci suksesnya program inovasi desa termasuk mimpi yang diidam-idamkan oleh masyarakat desa Bunter selama ini yakni dijadikannya desa Bunter menjadi daerah tujuan wisata. Apabila semua unsur-unsur pendukung baik teknis dan non teknis sudah tercukupi tentunya ada kebijakan yang harus diambil terutama oleh pemerintahan desa itu sendiri dan diharapkan keberpihakan akan benar-benar tercipta semata-mata untuk kepentingan masyarakat.

 

 

 

 

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply