Pengertian Fenomena Alam Hari Tanpa Bayangan dan Equinox

Artikel, Bahasa, Teknologi 0
Terik sinar matahari

Terik sinar matahari (Ilustrasi wikimedia commons)

Cikancah-Cyber – Hari Rabu (21/3/2018) lalu, telah terjadi fenomena alam langka di Indonesia. Fenomena alam ini disebut Hari Tanpa Bayangan dan peristiwa Equinox, di mana matahari akan ada di atas garis khatulistiwa.

Akibatnya, Indonesia pada siang hari itu tidak akan memiliki bayangan sama sekali. Tidak hanya itu, matahari tentu akan terasa lebih terik dari biasanya.

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) fenomena Equinox dan Hari Tanpa Bayangan yang terjadi pada hari Rabu (21/3/2018) lalu, merupakan fenomena alam yang bisa tejadi dua kali dalam satu tahun, 21 Maret dan 23 September 2018.

Hal itu dijelaskan Humas Lapan, Mega Mardita, menurutnya Equinox adalah fenomena saat matahari melintas di garis khatulistiwa. Sedangkan Hari Tanpa Bayangan adalah efek yang terjadi karena adanya equinox.

“Nah, karena matahari ada persis di atas kepala, maka tidak akan ada bayangan,” jelas Mega.

Fenomena Hari Tanpa Bayangan ini tidak terjadi disemua wilayah Indonesia hanya di daerah-daerah yang dilewati garis khatulistiwa yakni Pontianak, Bonjol, Riau, Parigi Moutong, Kepulauan Kayoa, Amberi, dan Gebe. Dan kota-kota yang dekat dengan garis khatulistiwa yang lokasinya ada di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara.

Dampak dari fenomena equinox dan hari tanpa bayangan ini matahari akan lebih terik 9 persen dibandingkan saat titik balik matahari (solstice). Dampak lain, mulai terjadi perubahan musim di wilayah Indonesia.

Mega menjelaskan bahwa fenomena hari tanpa bayangan ini tidak akan meningkatkan suhu di sekitar garis equator. Kisaran temperatur akan tetap normal.

“Enggak akan ada yang aneh. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jelas Mega.

Baca Juga:   Google Kembali Tanam Kabel di Bawah Laut Sepanjang 4.000 mil

Penyebab terjadinya hari tanpa bayangan adalah lantaran Bumi mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dalam periode 365 hari. Garis edar Bumi yang berbentuk lonjong, membuatnya bergerak lebih cepat dan kadang bisa bergerak lebih lambat.

Sementara, bidang edar dari Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidangnya miring 23,4 derajat ke bidang ekuator. Matahari akan tampak di atas belahan Bumi selatan selama sekitar setengah tahun, dan akan berada di atas belahan Bumi selatan dalam setengah tahun sisanya.

Menurut keterangan LAPAN, Ketika hari tanpa bayangan ini terjadi, ternyata antara siang dan malam mempunyai durasi yang sama. Nama ilmiah dari fenomena ini adalah Vernal Equinox, yang berasal dari kata vernus yang artinya musim semi, serta equus yang artinya sama, dan noct yang artinya malam.

Wilayah ekuator Indonesia misalnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Matahari nanti akan berada di atas kepala pada siang hari, sehingga tugu tegak akan jelas terlihat tanpa bayangan.

Pada Hari Tanpa Bayangan, matahari sendiri sudah akan berada di atas ekuator pada malamnya, yakni pukul 23.15. Lalu pada 21 Maret 2018, Matahari akan mencapai titik puncak pada pukul 11.50 WIB. Titik tersebut diberi nama titik kulminasi.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply