Data Pengguna Bocor, Facebook Terancam Diblokir di Indonesia

Berita, Nasional, Teknologi 0
Rencana Pemblokiran Facebook di Indonesia

Rencana Pemblokiran Facebook di Indonesia (Foto: Screenshot)

Cikancah-Cyber – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kominfo sudah memberi teguran secara lisan dan tertulis terkait bocornya data pengguna Facebook di tanah air. Facebook terancam diblokir untuk sementara.

Pemerintah Indonesia akan melakukan langkah-langkah terkait bocornya data pengguna Facebook tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, mengungkapkan bahwa jejaring sosial Facebook terancam diblokir sementara di Indonesia. Kini Menkominfo masih menunggu hasil penyelidikan Polri, apakah ada dugaan tindak pidana dalam bocornya data tersebut.

Jika penyidik ternyata menemukan unsur dugaan pidana dalam kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia, maka peluang Facebook diblokir semakin besar.

Sebagaimana diberitakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kebocoran data terbesar. Lebih dari 1 juta pengguna Facebook di Indonesia bocor ke Cambridge Analytica. Tidak hanya itu, pengguna media sosial di Indonesia juga disebut bocor ke CubeYou.

Grafik negara dan jumlah pengguna Facebook yang mengalami kebocoran data ke Cambridge Analytica. (Facebook)

Grafik negara dan jumlah pengguna Facebook yang mengalami kebocoran data ke Cambridge Analytica. (Facebook)

CubeYou adalah firma analis pihak ketiga yang mengumpulkan data pengguna Facebook melalui kuis kepribadian. CubeYou diduga menyerahkan data pengguna Facebook ke para pengiklan agar lebih mudah menyasar target pasar.

Menanggapi wacana diblokirnya Facebook di Indonesia, Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris, mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika punya diskresi untuk memblokir situs internet yang dianggap merugikan masyarakat, termasuk Facebook. Tapi, baginya tuntutan memblokir Faceboook belum layak direalisasikan.

Pendapat Anggota Fraksi PDIP ini didasari banyaknya manfaat situs jejaring sosial tersebut bagi masyarakat. Banyak masyarakat menggantungkan bisnisnya pada Facebook. Sebagian besar bisnis e-commerce (perdagangan elektronik) masih mengandalkan Facebook.

“Kami (DPR) tidak mau gegabah untuk menutup akses Facebook, karena manfaatnya saat ini masih banyak dirasakan masyarakat,” kata Charles.

Baca Juga:   Obat Terlarang Kian Marak di Kota Banjar

Baca juga artikel lainnya : 1 Juta Data Pengguna Facebook Di Indonesia Bocor

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply