Harus Diwaspadai BPPT Prediksi Ada Potensi Tsunami Di Pandeglang Setinggi 57 Meter

Berita, Nasional 0

Ilustrasi

Cikancah-Cyber – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko memprediksi adanya potensi tsunami setinggi 57 meter di Kabupaten Pandeglang, Banten. Namun masyarakat jangan dulu panik karena ini masih bersifat prediksi awal untuk keperluan antisipasi kedepannya. Bahkan prediksi Tsunami ini juga bisa mencapai kawasan  Jakarta Utara.

Prediksi tersebut menurut Widjo Kongko dikarenakan daerah Jawa Barat diprediksi kemungkinan terjadi gempa megathrust dengan subduksi berada di selatan Jawa dan Selat Sunda. Contoh dampak kejadian gempa megathrust ini terjadinya gempa di Banten pada akhir Januari 2018 dan apabila kejadian gempa dengan kekuatan 9 skala Richter di kedalaman laut dangkal maka potensi tsunami besar akan terjadi.

Sepertai diketahui bahwa Jawa Barat merupakan sumber gempa berkekuatan besar bahkan di selatan bisa mencapai 8.8 Magnitudo atau 9 sehingga menurut kaidah umum kalau diatas 7 magnitudo dan terjadi dilautan dangkal maka potensi tsunami besar akan terjadi didaerah sana (Pandeglang) seperti diungkapkan Widjo.

Daerah lain yang diprediksi bakal terkena dampak tsunami

Daerah selain Pandeglang yang diprediksi bisa terkena dampak  tsunami adalah beberapa wilayah di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta serta wilayah lain diantaranya Sukabumi dengan ketinggian 41,5 meter, Ciamis 39,8 meter, Lebak 39,4 meter, Cianjur 3,2 meter, Garut 30,1 meter, Tasikmalaya 28,2 meter, Serang-Banten 5,5 meter, Tangerang 4,2 meter, Jakarta Utara 2,4 meter, dan Bekasi Utara 2,8 meter.

Masih menurut Widjo memprediksi tsunami ini akan terjadi lebih besar dibandingkan tsunami di Aceh pada 2004, itu disebabkan oleh kedalaman laut di Jawa bagian barat lebih dalam dibandingkan Aceh.

Prediksi ini disampaikan dalam diskusi sumber-sumber gempa bumi dan potensi tsunami di Jawa Bagian Barat. Acara tersebut juga dihadiri oleh para peneliti dari LIPI Danny Hilman, Peneliti ITB Irwan Meilano dan Peneliti dari Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang diwakili oleh Imam Suardi.

Tetapi masalah waktunya kapan, itu tidak bisa ditentukan karena belum ada alat yang dapat mendeteksi waktu terjadinya gempa namun kami selalu mengadakan kajian ilmiah untuk melihat potensi yang ada, “ucap Widjo. Dan yang paling penting adalah kita bisa mengetahui secara umum, meskipun belum detail kajiannya.

Atas informasi tersebut diatas semoga menjadi peringatan dan dapat meningkatkan kewaspadaan bagi kita semua sembari memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menghindarkan bencana itu dari kehidupan kita. Berita ini juga sudah diterbitkan di detik.com sebelumnya.

Sumber lain : BPPT, BMKG

 

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply