Jaksa Hadirkan 2 Dokter RS Medika Permata Hijau untuk Bersaksi di Sidang Fredrich

Berita, Nasional 0
Fredrich Yunadi

Fredrich Yunadi (Foto: wikipedia)

Cikancah-Cyber – Pada hari ini, Kamis (12/4/2018), Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) J‎akarta kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk terdakwa Fredrich Yunadi. Agenda sidang lanjutan masih pemeriksaan saksi-saksi.

Dalam persidangan Jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tiga saksi untuk terdakwa Fredrich Yunadi. Ketiganya adalah dua dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau yakni Dokter Francia dan Dokter Nadia, serta anak buah Fredrich Yunadi yaitu Achmad Rudyansyah.

“Saksi-saksi FY (Fredrich Yunadi) hari ini, Achmad Rudyansyah, dr Francia dan dr Nadia,” kata Jaksa KPK M Takdir Suhan.

Sebagaimana diketahui, Fredrich didakwa oleh Jaksa KPK menghalangi atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menyeret Setya Novanto (Setnov).

Fredrich disebut bekerja sama dengan dokter Rumah Sakit‎ Medika Permata Hijau Jakarta yakni Bimanesh Sutarjo. Keduanya diduga melakukan kesepakatan jahat untuk memanipulasi hasil rekam medis Setnov yang saat itu sedang diburu KPK dan Polri.

Pada persidangan sebelumnya, tiga pegawai RS Medika Permata Hijau, yakni perawat Indri Astuti serta dua orang petugas keamanan Abdul Aziz dan Mansur telah bersaksi di hadapan majelis hakim.

Dalam kesaksiannya, Indri Astuti mengaku aneh saat mantan Ketua DPR RI Setya Novanto ingin mendapat perawatan di rumah sakit, sebab secara tiba-tiba Novanto berteriak untuk minta di perban.

Dalam kasus ini, Fredrich didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply