Bupati Purbalingga Tertangkap OTT KPK, Begini Kronologinya!

Berita, Kriminal, Nasional 0
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Purbalingga, Tasdi sebagai tersangka kasus dugaan suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Purbalingga, Tasdi sebagai tersangka kasus dugaan suap (Foto: kpk.go.id)

Cikancah-Cyber – Bupati Purbalingga, Tasdi terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tasdi beserta 4 orang lainnya dinyatakan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan Purbalingga Islamic Centre 2018.

Menurut Ketua KPK, Agus Rahardjo, dalam keterangan persnya mengatakan, penetapan tersangka ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat tentang adanya rencana penyerahan sejumlah uang.

Lantas, sejak 10 April 2018 lalu KPK melaukan serangkaian kegiatan penyelidikan hingga melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin 4/6/2018, di Purbalingga, Jawa Tengah dan Jakarta.

Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK menangkap 6 orang yakni Bupati Purbalingga, Tasdi; Kabag Unit Layanan Pelayanan (ULP) Pemkab Purbalingga, Hamdani Kosen; serta dua orang swasta atau kontraktor yakni Librata Nababan dan Ardirawinata Nababan, serta ajudan Bupati Purbalingga, Teguh Priyono.

Menurut Agus, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengetahui dugaan Tasdi yang memerintahkan Hadi Iswanto, Kabag ULP Pemkab Purbalingga untuk membantu Librata Nababan.

Perintah tersebut berisi untuk membantu lelang proyek pembangunan kawasan Islamic Center Purbalingga tahun anggaran 2017-2018. Kemudian, Librata Nababan dan Hamdani Kosen menggunakan PT Sumber Bayak Kreasi (PT SBK) untuk maju dalam lelang proyek tersebut.

“Pada awal Mei 2018, diketahui terjadi pertemuan di sebuah rumah makan. Tasdi diduga mengancam akan Hadi Iswanto jika tak membantu Librata Nababan,” ungkap Agus.

Baca Juga : Cuti Bersama Libur Hari Raya Idul Fitri 2018 Ditambah 3 Hari

Tasdi diduga meminta komitmen fee sebesar Rp 500 juta yang disanggupi oleh Librata Nababan, Mei 2018.  Kemudian tanggal 26 Mei 2018, PT SBK ditetapkan sebagai pemenang dalam lelang ulang proyek pembangunan kawasan Islamic Center 2018.

Selanjutnya, Librata Nababan pada Senin 4 Juni 2018, memerintahkan stafnya untuk mentransfer uang sejumlah Rp 100 juta kepada staf Hamdani Kosen lainnya yang berada di Purbalingga. Uang tersebut kemudian dicairkan oleh staf Hamdani Kosen di BCA Purbalingga dan sesuai permintaan Hamdani Kosen.

Kemudian uang tersebut diserahkan kepada  Ardirawinata Nababan. Sekitar pukul 17.00, Ardirawinata Nababan menemui Hadi Iswanto di jalan sekitar proyek Purbalingga Islamic Center, yang diduga untuk penyerahan uang.

Ardirawinata menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta tersebut kepada Hadi Iswanto di dalam mobil Toyota Avanza yang dikendarai Hadi. Dan setelah serah-terima uang, mereka berpisah.

Tim Satgas KPK kemudian mengamankan Ardirawinata Nababan di sekitaran proyek Purbalingga Islamic Center. Tim juga mengamankan Tasdi bersama Teguh Priyono di rumah dinas bupati Purbalingga sekitar pukul 17.15.

Tim lainnya mengejar Hadi Iswanto yang bergerak ke kator Sekda di Kompleks Pemkab Purbalingga. Dari tangan Hadi, tim mengamankan uang sejumlah Rp 100 juta yang dimasukkan dalam amplop coklat dan dibungkus kresek hitam.

Tim kemudian membawa empat orang yang ditangkap itu Polres Banyumas ke gedung KPK untuk melakukan pemeriksaan awal. Sementara tim lainnya menangkap Hamdani Kosen dan Librata Nababan di dua lokasi terpisah.

Sementara itu  Librata ditangkap di rumah kontrakannya di daerah Jakarta Pusat dan Hamdani di lobi sebuah hotel di Jakarta Pusat. Mereka ditangkap sekitar pukul 18.20 WIB. Keduanya langsung dibawa ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply